Selasa, 03 April 2018

Salam Dua Periode!! Lihat. Jokowi Ajak Ulama Foto ala Menteri Kabinet di Istana

Bruniq.com Jakarta - Presiden Joko Widodo mengundang perwakilan ulama Jawa Barat ke Istana Kepresidenan, Jakarta. Kedua belah pihak bersilaturahmi dan bertukar pikiran mengenai kemaslahatan umat.

Pertemuan Jokowi dengan para ulama dari Jawa Barat tersebut berlangsung di Istana Negara, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/4/2018). Pertemuan berlangsung secara tertutup.

Jokowi Ajak Ulama Foto Ala Menteri Kabinet di Istana MerdekaPresiden Jokowi Foto bersama ulama (Jordan/detikcom)


Seusai pertemuan, para ulama kemudian berjalan kaki beberapa meter dari Istana Negara ke Istana Merdeka. Mereka kemudian berbaris bersama dengan Jokowi di tangga teras Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.



Sesi foto bersama dilakukan. Jokowi tampak mengenakan kemeja batik lengan panjang berwarna biru dan peci warna hitam. Ada sekitar 50 ulama yang berfoto bersama Jokowi.

Seusai foto bersama, Jokowi mengatakan pertemuan tersebut berkaitan dengan pembahasan keumatan. Terutama yang berkaitan dengan pondok pesantren dan ekonomi umat.

"Ya, yang berkaitan dengan keumatan, yang berkaitan dengan pondok pesantren, yang berkaitan dengan ekonomi umat, yang berkaitan dengan bank wakaf mikro. Kemudian juga mengenai lingkungan pondok pesantren yang masih membutuhkan, misalnya, rusun, perbaikan tempat wudu, kemudian jalan di lingkungan pondok pesantren," kata Jokowi.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia Jawa Barat Rachmat Syafei mengatakan, dalam silaturahmi dengan Presiden itu, para ulama dan tokoh masyarakat Jawa Barat berkesempatan menyampaikan keluhan. Dia juga menyebut kegiatan tersebut jadi ajang saling mengingatkan antara ulama dan umara.


"Namanya silaturahmi kan menghubungkan kasih sayang, menghubungkan masalah yang masing-masing secara proporsional harus ditangani. Antara lain disampaikan ada arahan Bapak Presiden bahwa kita bagaimana antara lain menolak berita-berita hoax supaya tidak meresahkan masyarakat," katanya.

Selain itu, dia mengatakan pertemuan itu membahas penguatan perekonomian umat lewat pesantren. Selain itu, para ulama berharap dukungan dari pemerintah agar pesantren bisa menjadi wadah untuk memperkuat karakter bangsa.

"Jadi karakter bangsa maupun akhlak itu diperkuat juga dengan perhatian pemerintah dalam pengertian ya apa sajalah perhatiannya, baik itu dalam dana, ya itu juga kami peran serta di dalam bantuan-bantuan satu hal yang wajar. Apalagi sebagai kita masyarakat, khususnya Jawa Barat, para ulama, para guru ngaji, itu merasa ini penting walaupun sebetulnya ya merasa minta-minta. Bukan minta-minta, ini hanya ingin punya hak untuk diperhatikan. Itu saja," jelasnya. 



Next article Next Post
Previous article Previous Post