Senin, 23 April 2018

Rocky Gerung Soroti Manuver Gatot Nurmantyo dan Prabowo. Malah Bilang Begini..

Bruniq.com Jakarta - Pengajar ilmu filsafat Rocky Gerung turut mengamati manuver sejumlah tokoh menjelang pemilihan presiden dan wakil presiden 2019. Dia melihat kemungkinan besar Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto maju dalam kontestasi melawan Joko Widodo, sang petahana. 

"Saya nggak tahu determinasi Prabowo. Tapi, kalau saya lihat analisis dari sudut keinginan untuk balancing, pasti Prabowo mencalonkan diri," kata Rocky dalam acara Blak-blakan dengan detikcom yang tayang Senin (23/4/2018). 

Terkait Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, yang namanya digadang-gadang sebagai capres alternatif oleh sejumlah pihak, Rocky menilai hal itu wajar saja. Meski ada beberapa orang menyebut Gatot tak 'berdarah-darah' seperti Prabowo, yang membangun sendiri partai sebagai kendaraannya sejak Februari 2008.

Apa yang dilakukan Gatot saat ini, kata Rocky, adalah hal yang biasa saja. Sebab, banyak kepala daerah, baik gubernur maupun bupati/wali kota, juga tak selalu bersusah payah untuk mendapatkan kendaraan politik.

Sejauh ini keterbukaan Gatot untuk menggapai ambisi politiknya dinilai masih wajar dan transparan. Dia misalnya secara blak-blakan mengakui hubungannya dengan konglomerat Tommy Winata.

"Itu biasa, Gatot wawancara, blak-blakan soal hubungannya dengan Tommy di media. Apa yang keliru di situ," kata Rocky. 

Hasil survei Litbang Kompas tentang elektabilitas capres yang dirilis hari ini menyebutkan Jokowi naik dengan perolehan angka 55,9 persen. Prabowo sebagai lawan terkuat Jokowi elektabilitasnya turun dengan hanya berada di angka 14,1 persen.

Seperti Prabowo, elektabilitas Gatot juga ikut merosot menjadi 1,8 persen. Padahal di survei yang sama 6 bulan lalu, elektabilitas mantan Panglima TNI itu di posisi 3,3 persen. 

Survei Litbang Kompas dilakukan pada 21 Maret hingga 1 April 2018. Survei dilakukan kepada 1.200 secara periodik. Populasi survei adalah warga Indonesia berusia di atas 17 tahun. Responden dipilih secara acak bertingkat di 32 provinsi dan jumlahnya ditentukan secara proporsional. Tingkat kepercayaan survei ini 95 persen dengan margin of error plus-minus 2,8 persen. 

Hasil riset Media Survei Nasional (Median) yang dirilis Senin pekan lalu menunjukkan Jokowi masih menjadi capres terkuat dengan elektabilitas 36,2 persen. Elektabilitas capres incumbent ini naik sedikit dibanding pada Februari 2018 (35 persen). Di urutan kedua masih ada Prabowo Subianto (20,4 persen), yang elektabilitasnya menurun dibanding pada Februari 2018 (21,2 persen).

Adapun Gatot Nurmantyo berada di urutan ketiga dengan angka elektabilitas 7,0 persen. Survei ini dilakukan pada 24 Maret hingga 6 April 2018. Survei menggunakan 1.200 responden yang merupakan warga yang memiliki hak pilih dengan margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel survei dipilih secara random dengan teknik multistage random sampling dan proporsional atas populasi provinsi dan gender. Quality control dilakukan terhadap 20 persen sampel yang ada.



Next article Next Post
Previous article Previous Post