Senin, 09 April 2018

Loh Kok !!! Ratna Sarumpaet Marah-Marah Kepada Pemprov Dan Merepeti Sandiaga Uno



Bruniq.com - Ratna Sarumpaet mengkritik Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno terkait saran agar melakukan mediasi dengan Dishub DKI ihwal penderekan mobil. Menurut Ratna, somasi adalah haknya.

"Mereka memperlakukan saya seperti tidak ada harga. Ngapain saya mesti (mediasi), ini (somasi) salah? Tidak berbuat kasar saya. Saya mengklarifikasi. Ya saya nggak tahu ya itu harapan Pak Wagub, ini hak saya, dan ini tidak melanggar apa-apa," kata Ratna di Restoran Dapur Indonesia, Jalan Agus Salim, Jakarta Pusat, Senin (9/4/2018).
Menurutnya, saran Sandiaga itu muncul akibat menilai penderekan yang dilakukan Dishub sudah tepat. Menurut Ratna, Sandiaga tak perlu berkomentar jika tidak mengetahui persoalan.

"Asumsi saya, karena beliau terus menganggap saya salah. Sekarang kalau menurut saya tugasnya Pak Sandi justru memediasi kami, undang kita duduk, ini siapa yang salah. Jadi jangan suruh saya berantam lagi sama Dishub. Justru ini kalau menurut saya sih lebih baik kalau nggak tahu persoalan jangan berkomentar. Ini yang justru bikin jadi ramai. Pak Sandi masih muda, saya sudah tua, kalau diginiin terus mati cepat nanti," ucap Ratna.

Sebelumnya, Sandi menyarankan Ratna mengurungkan niat menyomasi Dinas Perhubungan DKI Jakarta soal penderekan mobil. Sandiaga menyarankan Ratna menempuh jalur mediasi.

Namun Ratna mengaku tak akan hadir jika dipanggil Pemprov DKI untuk menjelaskan permasalahan yang dialaminya. Menurutnya, somasi yang dilakukannya masih dalam batas wajar.

"Tentu saja itu kewajiban kantor gubernur. Kalau ada masalah begini mereka punya kewajiban saya dipanggil, saya ingin tahu persoalannya 'kenapa Bu Ratna masih somasi'."

"Kalau aku sebenarnya somasi ini karena ada klarifikasi dan ini nggak kejam-kejam kok. Nggak nuntut uang. Kita klarifikasi dan diminta dibenahi," ujarnya.

"Saya sebetulnya ingin mengimbau, Ibu Ratna orang tua saya juga, kawan baik, senior kita, aktivis yang sangat memperhatikan berbagai pelayanan publik yang dilakukan oleh Pemprov, untuk mencoba dimediasi saja," kata Sandiaga di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

"Dengan mediasi, ada tercapai diskursus yang justru memberikan pemahaman sosialisasi terhadap peraturan daerah ini di kalangan masyarakat kita," sambung Sandiaga.

Disarankan ...

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post