Kamis, 05 April 2018

Insiden Ratna Sarumpaet, Warganet Perbandingkan Anies dengan Ahok



Bruniq.com - Insiden mobil Ratna Sarumpaet yang diderak tapi langsung dikembalikan Dinas Perhubungan DKI Jakarta setelah sang aktivis menelepon nomor ponsel Gubernur Anies Baswedan, panen cibiran di media-media sosial. Menurut warganet, peristiwa tersebut menunjukkan ketidakdisiplinan pemprov dalam menegakkan peraturan tanpa tebang pilih.

Bahkan, setelah video insiden itu viral di media sosial, Selasa (3/4/2018), tak sedikit warganet yang membandingkan Anies dengan pendahulunya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait parkir liar. Salah satu cara membandingkannya adalah, warganet ramai-ramai mengunggah ulang atau menyebar bidik layar tulisan komedian tunggal Pandji Pragiwaksono.
Dalam tulisan Pandji di Twitter itu, ia  memuji ketegasan Ahok menertibkan parkir liar. Pandji sendiri, pada masa Pilkada DKI 2017, merupakan pendukung Anies dan Sandiaga Uno.Tulisan komedian itu sebenarnya sudah lama, yakni tahun 2015, dan berisi kesaksiannya mengenai penegakan peraturan tentang parkir di era Ahok.

”Si petugas cerita dia pernah derek mobil parkir liar, ternyata punya ketua RW-nya Ahok. Dia ngancem mau nelfon Ahok. Balesan si petugas epik...”

"Telfon Pak Ahok aja, pak. Paling bapak  diomelin, orang ini juga saya disuruh Pak Ahok. Si ketua RW kagak jadi nelfon.”



Dua ”kicauan” lawas Pandji tersebut mendadak kembali viral di media sosial setelah insiden Ratna tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Ratna Sarumpaet mengakui menelepon nomor ponsel Anies saat petugas Dinas Perhubungan setempat menderek mobilnya di Taman Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (3/4) pagi. Ia menuturkan, dirinya menelepon Anies karena berada di pihak yang benar dalam insiden tersebut. Sebab, tempat dirinya memarkir mobil tak ada rambu tanda larangan.

“Saya dan anak mau olah raga, dan memarkirkan mobil di sekitar taman. Tapi warga berteriak, bilang ’bu, mobil ibu diderek petugas’. Saya kesal, karena tidak ada rambu dilarang parkir di tempat itu,” terangnya.

Ia menuturkan, benar-benar menelepon nomor ponsel Anies. Tapi, yang mengangkat adalah staf Anies, dan ia menceritakan persoalan tersebut agar disampaikan kepada sang gubernur. Ratna mengungkapkan, mobil miliknya akhirnya dikembalikan petugas ke rumahnya pada Selasa Siang.

“Mereka sudah mengembalikan kemarin siang dan minta maaf. Saya ini kalau salah pasti mengakui kesalahan, sayar bayar denda tilangnya. Tapi kalau saya tidak salah, akan saya perjuangkan," tegasnya.

Video amatir berisi rekaman Ratna mengamuk ketika mobilnya diderek petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta, viral di media sosial. Dalam rekaman yang beredar sejak Selasa (3/4/2018) tersebut, tampak petugas Dishub tengah mengunci ban mobil merek Toyota Avanza milik Ratna.

Mobil itu juga telah dipasang rantai yang mengikatnya dengan kendaraan penderek Dishub. Ratna yang memakai baju berwarna biru langit dan bercelana panjang putih tampak mendekati petugas tersebut.

“Mana komandan kamu?” tanya Ratna. ”Itu, di depan bu,” jawab petugas menunjuk memakai mulutnya.

”Yang mana orangnya, sini turun ke sini,” tukas Ratna sembari bergegas ke arah yang ditunjuk si petugas.

Sementara perekam video itu berceloteh, ”Bu Ratna, itu tak ada rambu tanda larangan parkir.” Video berdurasi 1 menit 19 detik itu lantas menampakkan Ratna bersitegang dengan petugas Dishub lainnya.

“Saya kan rujukannya perda (peraturan daerah) bu,” tutur petugas Dishub.

“Perda apa? Mana aturannya? Oke, saya telepon Anies (Gubernur DKI Anies Baswedan) sekarang ya,” tukas Ratna.

Video itu berakhir pada pernyataan Ratna tersebut.



Next article Next Post
Previous article Previous Post