Jumat, 13 April 2018

Astagah!! Kata Amien Rais Terkait Kebijakan Jokowi. Sampai Bilang Bela Kepentingan Ekonomi Negara Yang Satu Ini..

Bruniq.com- Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Raiskembali mengkritik Presiden Joko Widodo dengan menyebut kebijakan pemerintah berpihak pada kepentingan ekonomi China. Selain itu, Amien juga menyinggung utang luar negeri, tenaga kerja asing, pengangguran, hingga reklamasi.

Kritik itu disampaikan Amien saat berpidato di hadapan jemaah salat subuh di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Jumat (13/4). Pada kesempatan itu anggota penasihat Persaudaraan Alumni 212 Eggi Sudjana dan Sekjen Forum Umat Islam Al-Khaththath ikut hadir.

Amien mengatakan saat ini bangsa Indonesia sedang menghadapi politik penyesatan oleh orang munafik yang pandai bersilat lidah dan tampak merakyat. 



"Yang sana mengatakan kita sudah mendapat utang membangun infrastruktur, begitu selesai jual ke asing. Itu logika supaya kita buat baru lagi, kita jual lagi," tambahnya.


"Ketika utang menggunung, mengatakan jangan takut, utang kita cuma Rp4.000 triliun, Singapura dan AS juga mengutang, bilangnya ora popo," kata Amien saat berpidato.

Mantan ketua MPR itu menambahkan, di tengah pengangguran yang merajalela, banyak orang sulit bekerja, Jokowi justru menerbitkan keputusan presiden tentang tenaga kerja asing. Amien menduga keppres itu untuk mempermudah masuknya tenaga kerja asing. 

"Kemudian juga ketika banyak mahasiswa, intelektual mendemo reklamasi teluk dihentikan, suruh menterinya pasang... Seolah-olah untuk kepentingan kita, kemajuan kita, padahal jelas melayani kepentingan ekonomi China," kata Amien.


Amien menyerukan kepada para jemaah yang hadir agar bersama-sama mengakhiri semua itu. Menurutnya, tahun depan adalah penentuan agar bangsa Indonesia tidak jatuh pada kesalahan yang sama.

"Tahun depan adalah penentuan lebih meyakinkan lagi. Kalau dibiarkan kekuasaan hizbuz syaiton menang, setan enggak pernah bisa kompromi," kata Amien.

Amien mengakhiri pidato politiknya di masjid dengan menyerukan ganti presiden saat pilpres 2019 mendatang. Spanduk besar bertuliskan "Gerakan Indonesia Salat Subuh" membentang di dinding masjid.

"Persaudaran mukmin terus bergerak, kita galang masyarakat. Alangkah bahagianya kalau bulan Mei tahun depan kita punya presiden yang memang harus diganti. Ini konstitusional, ini demokratik, legal, legitimate, absah jangan pernah takut," ujar Amien.

Acara itu dihadiri ratusan jemaah dari Dewan Kemakmuran Masjid Baiturrahim, Remaja Masjid Baiturrahim, Forum Umat Islam, Gubernur Muslim Jakarta, Gerakan Indonesia Salat Subuh, Suara Islam, dan PA 212.

Disarankan ...

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post