Jumat, 09 Maret 2018

Woww!! Anak Terjerat Narkoba, DPR: Jangan Dihukum Layaknya Pengedar

Bruniq.com- Anggota Komisi III DPR, Henry Yosodinigrat mengaku prihatin atas anak-anak yang terlibat dalam dunia narkoba. Dirinya meyakini anak-anak tersebut merupakan korban dari oknum tidak bertanggung jawab.
"Yang kita mesti pahami anak-anak yang jadi pengedar itu adalah korban karena sudah menjadi budak dari narkoba," tegas Henry saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (7/3).
Untuk menangkal hal ini, Henry melihat pencegahan dapat dilakukan dengan penyuluhan.
Keluarga dan pihak sekolah dapat mengawasi dan memberi pendidikan anti narkoba pada anak.
Menurutnya, DPR tidak dapat membuat Undang-Undang khusus untuk melindungi anak dalam masalah narkoba. Dikarenakan, undang-undang terkait narkoba masih menyasar kepada khalayak umum.
"Tidak mungkin buat RUU. Sekarang kita fokus saja alasan anak menjadi pengedar dan pemakai. Pada umumnya 99,9 persen anak menjadi pengedar karena mereka pecandu," jelas Henry.
Ketika anak menjadi pecandu, jelas Henry, anak tidak menjual narkoba untuk memperkaya diri tetapi untuk kebutuhan konsumsinya. Jadi, tidak adil jika anak dijatuhi pidana seperti pengedar yang tujuannya memperkaya diri.
"Jadi perlu dikedepankan anak untuk direhabilitasi karena jika sudah di rehab mereka tidak bakal mengedarkan narkoba lagi," tegas Ketua Umum Gerakan Anti Narkotika (Granat) itu.
Rehabilitasi, terang Henry, ditujukan bagi para pecandu narkoba baik anak ataupun orang dewasa.
"Untuk anak-anak yang belum ketergantungan, maka akan segera dikembalikan langsung kepada orang tuanya,"pungkasnya.



Next article Next Post
Previous article Previous Post