Senin, 05 Maret 2018

Soal Tahanan Rumah Ba'asyir, Menhan Diminta Jokowi Lakukan Hal Berikut ini...

Bruniq.com - Kubu terpidana kasus terorisme, Abu Bakar Ba'asyir, meminta untuk dijadikan tahanan rumah. Namun permintaan itu belum langsung disetujui.
    Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, menjelaskan pihak hanya diminta Presiden Jokowi untuk melakukan pendekatan kepada keluarga Abu Bakar Ba'asyir termasuk faktor keamanannya.
    "Yang jelas Pak Jokowi perintahkan beberapa bulan lalu untuk melakukan pendekatan. Saya waktu itu pendekatan ya," kata Ryamizard usai menghadiri sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (5/3).
    "Tidak menutup kemungkinan kalau misalnya masalah keamanan. Kan keamanan dulu ya, kalau tahanan rumah sembarangan kalau dia ada apa-apa kita juga yang kena. Yang jelas Bapak Presiden sudah melakukan, masalah kemanusiaan itu," sambung dia.
    Yakin Ba'asyir berbuat baik sebelum meninggal
    Dalam kesempatan yang sama, Ryamizard cukup yakin jika Ba'asyir takkan lagi menyebar paham radikal mengingat usia yang sudah sepuh. Dia juga yakin keluarga Ba'asyir juga demikian.
    "Istrinya anaknya pasti tidak. Udah dijamin. Orang udah tua, udah sakit-sakit, masa macem-macem lagi. Pasti dia berbuat yang terbaik sebelum meninggal," ungkap Ryamizard.
    Diketahui sebelumnya, Ba'asyir didakwa terkait pemboman Bali tahun 2002 yang menewaskan lebih dari 200 orang dan dijatuhi hukuman 2,5 tahun penjara. Namun hukuman itu dibatalkan dalam sidang banding dan ia dibebaskan tahun 2006.
    Ba'asyir ditahan kembali tahun 2010 karena peranannya dalam pelatihan militer kelompok teroris di Aceh. Ba'asyir pun dihukum 15 tahun penjara karena terbukti merencanakan dan menggalang dana untuk pembiayaan pelatihan militer kelompok teroris di Propinsi Nangroe Aceh Darusalam. Dan pada tahun 2011, hukuman Ba'asyir dikurangi hukumannya jadi sembilan tahun.



    Next article Next Post
    Previous article Previous Post