Selasa, 13 Maret 2018

Sidoarjo Dua Siswi SMP Ini Jadi Korban Bully



Bruniq.com - Dunia pendidikan di Sidoarjo digemparkan dengan adanya kasus bullying. Ini terungkap dari adanya video yang beredar di media sosial (medsos). Ada dua video yang masing-masing berdurasi satu menit dan 15 detik, yang isinya sama, yakni seorang perempuan jadi korban bullying beberapa perempuan lain yang mengenakan seragam sekolah.

Untuk video yang berdurasi satu menit, pelaku dan korban bullying sama-sama berasal dari SMPN 6 Sidoarjo. Dalam video tersebut, terlihat perempuan mengenakan kaus warna biru menangis di semak-semak. Di sekitarnya ada lima siswi yang mengelilingi.

Salah satu dari lima orang itu mengancam siswi yang sedang menangis itu. "Aku eruh omahmu lho yo, kon nek ngandakno nang kantor, tak kandakno nang mbakku (Saya tahu rumahmu, kalau kamu bilang ke kantor, aku laporkan ke kakakku, Red)," katanya.

Tak hanya mengancam, perempuan berkaus biru itu juga “dipegang” dagunya. Korban dihardik bareng-bareng. Korban pun menangis.

Menanggapi beredarnya video ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) dan polisi mendatangi SMPN 6, Senin (12/3). Nampak Sekretaris Dikbud Tirto Adi dan Kabid Pendidikan Menengah (Dikmen) Dikbud Rudi Pujiantoro serta Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Sidoarjo. Mereka tiba di SMPN 6 Sidoarjo sekitar pukul 08.00. Mereka langsung masuk ke dalam ruangan tertutup bersama dengan korban, pelaku bullying, dan orang tua.

Tirto menjelaskan bahwa pihaknya ingin memastikan apakah benar siswi dalam video tersebut merupakan siswi SMPN 6 Sidoarjo. Dari keterangan yang dihimpun selama rapat, Trito menyebutkan bahwa pelaku dan korban adalah siswi sekolah tersebut. "Mereka siswi kelas IX," katanya.

Klarifikasi tidak berhenti di situ. Dikbud dan PPA terus menggali keterangan dari pelaku dan korban. Tujuannya untuk mengetahui motif dari kejadian tersebut. Namun, mengenai hal tersebut, Tirto enggan menyampaikan apa yang menjadi motif perilaku kekerasan disertai ancaman itu.

Menurut dia, bukti dan keterangan yang sudah dikantonginya. “Ini nanti akan disampaikan ke kepala dinas (Asrofi) yang nantinya akan dibahas dalam rapat,” jawabnya.

Kepala Dikbud Asrofi mengatakan, saat ini pihaknya masih terus mengumpulkan data-data. Kejadian di SMPN 6 Sidoarjo dilakukan siswa selepas jam pelajaran.Menurut dia, kejadian itu terjadi di perumahan Bumi Intan Permai.

Ia juga mengatakan bullying itu tidak hanya dilakukan siswa SMPN 6, namun juga siswa SMPN 1. Namun dijelaskan, pihaknya berusaha untuk segera menyelesaikan masalah tersebut. Ia berharap masalah ini diselesaikan dengan baik-baik. "Kalau bisa selesai secara kekeluargaan," imbuhnya. (nis/jee)



Next article Next Post
Previous article Previous Post