Selasa, 13 Maret 2018

PDIP Kesampingkan Masa Lalu Mega-SBY Dan Buka Peluang Ini....

Bruniq.com Jakarta - Wacana duet Joko Widodo dengan Ketua Kogasma Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dinilai sulit terwujud. Sebab, kedua ketum partai, Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono, disebut terlibat 'perang dingin'.

Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira menyatakan tak ada urusan emosional dalam memutuskan cawapres Jokowi pada Pilpres 2019.

"Bukan itu persoalannya. Ini melewati pertimbangan rasional. Saya selalu katakan ada hal-hal yang menyangkut elektoral, kompetensi, dan fungsional ketika menjadi wapres ketika di pemerintahan. Itu yang harus dihitung. Bukan soal emosi dan lain lain," kata Andreas di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/3/2018).



Ia menyebut kesempatan cawapres Jokowi dari parpol lain masih terbuka luas. PDIP, sebut Andreas, tak memaksakan cawapres dari kader PDIP.

"Bisa ya, bisa tidak (selain kader PDIP). Jokowi kan sudah kader PDIP," sebutnya.

"Kita membuka peluang. Siapa saja mau, bisa," sambung anggota Komisi I DPR itu.

Buka Peluang Duet Jokowi-AHY, PDIP Kesampingkan Masa Lalu Mega-SBYFoto: Anung Anindito

Soal nama AHY yang disebut masuk daftar pertimbangan cawapres Jokowi, Andreas mengatakan masih dalam proses pembahasan. PDIP meramu semua nama yang berminat bersanding dengan Jokowi pada pilpres mendatang. 

"Posisi ini karena banyak yang berminat, ya lewat seleksi. Kalau Pak AHY tentu punya minat, silakan saja. Tapi tentu Pak Jokowi dengan parpol-parpol yang mendukung akan melakukan proses seleksi," ujarnya. 



Next article Next Post
Previous article Previous Post