Jumat, 30 Maret 2018

Beras Indonesia Tiba di Gaza, Bendera Merah Putih Berkibar



Bruniq.com -  Beras dari Indonesia telah tiba di Gaza, Palestina. Beras-beras itu dikirim Aksi Cepat Tanggap (ACT) sejak (21/2/2018) dari Surabaya.

"Beras Indonesia tiba di Gaza," ujar Presiden ACT, Ahyudin, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/3/2018).

Setelah turun dari kapal, aliran perjalanan beras itu dibawa menggunakan iring-iringan truk menuju ke arah pintu gerbang Karm Abu Salem. Lebih lanjut, Bambang memaparkan Insya Allah beras dimasukkan ke Gaza dalam beberapa kali pengiriman.

Menurut Ahyudin, mengirim beras tidak lebih berat dibanding berbilang tahun bertahan di Gaza. Pihaknya bersyukur, warga di Gaza tulus mendoakan masyarakat Indonesia.
Kabar kedatangan beras Indonesia di Gaza dikirimkan dalam sebuah pesan oleh Direktur Global Humanity Response ACT Bambang Triyono. Bambang ikut dalam misi tersebut.

Terlihat dalam gambar, Bendera Indonesia dan Bendera Palestina menjadi simbol epik yang terpancang di bagian depan dan belakang tiap-tiap truk beras. Sebuah tulisan besar 'Kapal Kemanusiaan untuk Palestina' juga terpampang jelas.


Sebulan Lebih Perjalanan 

Setelah dilepas oleh masyarakat Indonesia dari Terminal Petikemas Surabaya, perjalanan Kapal Kemanusiaan Palestina membutuhkan waktu sebulan lebih. Senin (26/3) menjadi hari pertama, iringan-iringan truk Kapal Kemanusiaan Palestina melintasi gerbang Karm Abu Salem, gerbang satu-satunya yang paling memungkinkan untuk membawa masuk barang kebutuhan pokok sampai ke Gaza.

Lewat jalur laut, Kapal Kemanusiaan Palestina melepas sauh terakhirnya di Pelabuhan Ashdod di Israel. Bambang menjelaskan, Pelabuhan Ashdod 'terpaksa' harus digunakan sebagai lintasan, sebab di tempat itu satu-satunya pelabuhan penghubung sebelum beras dari Indonesia dibawa masuk ke Gaza.

"Senin (26/3) masuk empat kontainer (100 ton), Selasa (27/3) masuk enam kontainer (150 ton), Rabu (28/3) delapan kontainer (200 ton), sehingga sudah masuk sampai Rabu kemarin, sebanyak 450 ton. Insya Allah total keseluruhan yang bakal segera didistribusikan di Gaza sebanyak 2.000 ton," pungkas Bambang.



Next article Next Post
Previous article Previous Post