Minggu, 11 Maret 2018

Anies Sebut Desain Trotoar ala Ahok Indah di Mata tapi Tak di Hati, Karena ...



Bruniq.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, trotoar di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin yang didesain di era Gubenur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok-Djarot Saiful Hidayat, hanya indah dipandang mata, tapi tidak indah di hati. Karena desain trotoar itu tidak ada jalur bagi sepeda motor.

Hal inilah yang menurut Anies, pihaknya telah membuat konsep baru penataan Jalan Sudirman-Thamrin secara keseluruhan, dimana nantinya dibuat satu jalur bagi sepeda motor.
"Begitu rancangannya jadi, disitu tidak ada (jalur) kendaraan bermotor.  Nampaknya indah di mata tapi tidak indah di hati. Kenapa? Karena kendaraan bermotor tidak boleh masuk Sudirman-Thamrin," kata Anies di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (9/3/2018).

"Awal saya tugas saya melihat itu. Saya katakan bongkar ganti rancangan ini, motor harus masuk Sudirman-Thamrin," sambung mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.

Lebih jauh Anies mengungkapkan alasan mengapa dirinya menginginkan agar Jalan Sudirman-Thamrindapat dilalui sepeda motor.

"Kenapa motor harus masuk Sudirman-Thamrinsering tidak disadari, beruntung kita sekarang punya ojol (ojek online) Sehingga kita punya datanya," ucap dia.

"Kita panggil manajemen ojol minta data pergerakan ojek. Dan datanya per hari pengantaran ke Sudirman-Thamrin itu 480 ribu pengantaran. Makan siang, snack kue, siapa itu? Rakyat kecil di seluruh Jakarta," jelas Anies.

Seperti diberitakan, trotoar Sudirman-Thamrin akan dilebarkan hingga 10 meter. Proyek ini didanai dari sisa kompensasi koefisien lantai bangunan (KLB) Simpang Susun Semanggi.

Kawasan ini nantinya akan dirombak secara menyeluruh. Mulai dari trotoar, pembagian jalur kendaraan, sampai pagar gedung perkantoran di kawasan tersebut.

Dalam konsep penataan Jalan Sudirman-Thamrinyang baru, selain menyedihkan satu jalur bagi Transjakarta dan tiga jalur untuk kendaraan roda empat, Pemprov DKI akan memberi satu jalur khusus motor di area yang biasa digunakan jalur lambat.

Jalur khusus ini tidak hanya digunakan motor, melainkan juga bus reguler. Jalur khusus motor terletak di sebelah trotoar dan diberi pembatas jalan.

Tak hanya itu, Pemprov DKI juga akan menjadikan Sudirman-Thamrin sebagai tempat interaksi warga. Dimana nantinya  trotoar dijadikan pusat kreasi budaya. Lantai trotoar juga dibuat dengan nuansa batik sampai ada panggung budaya.



Next article Next Post
Previous article Previous Post