Senin, 12 Maret 2018

Alamak!! Dilaporkan atas Dugaan Hate Speech, Ini Kata Fahri Hamzah

Bruniq.com Jakarta - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan Fadli Zon dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Ketua Cyber Indonesia Muannas Alaidid atas dugaan penyebaran ujaran kebencian (hate speech). Fahri menyebut, laporan itu merupakan kewajaran di negara demokrasi. 

"Itu rutin aja yang gitu-gitu. Nggak ada yang salah, biarin saja. Itu bagian dari kenikmatan berdemokrasi. Nikmati saja," kata Fahri saat dihubungi, Senin (12/3/2018).

Ia merasa tak melakukan kesalahan seperti yang dituduhkan oleh Muannas. Menurut Fahri, laporan itu salah sasaran.


Atas tuduhan itu, Fahri tak berencana turut mengeluarkan pernyataan permintaan maaf di akun Twitter-nya. Dia menyebut bertanggung jawab mengutip status dari kantor berita resmi.


Diketahui, pangkal pelaporan tersebut adalah adanya cuitan di akun Twitter @fahrihamzah yang mem-posting pemberitaan sebuah media dengan judul 'Tersangka Muslim Cyber Army Diduga Ahokers' pada 4 Maret lalu. Fahri juga membuat cuitan pada tautan link yang di-posting itu: 

"Dari web resmi @jawapos menemukan bahwa ketua MCA adalah Ahoker. Jadi maling teriak maling dan ngaku Muslim segala. Ayok @DivHumas_Polri selesaikan barang ini. Jangan mau merusak nama Polri dengan menyerang identitas agama," tulis Fahri di akun Twitter-nya itu.

Cuitan Fahri itu kemudian di-retweet oleh Fadli Zon. Keduanya dinilai menyebarkan berita hoax dan ujaran kebencian karena tidak mengecek kembali kebenaran berita tersebut.


"Saya mengutip lembaga resmi. Kantor berita resmi. Saya ngutip, saya sebutkan linknya. Dengan begitu saya mempersilakan publik mengecek langsung. Justru itu bertanggung jawab dong. Kecuali saya mengutip ternyata nggak ada di medianya," sebut Fahri.

"Kecuali saya me-retweet akun yang terbukti akun penyebar hoax. Itu kan nggak ada bukti. Apalagi mereka sudah menyampaikan klarifikasi. Silakan," tandasnya. 



Next article Next Post
Previous article Previous Post