Sabtu, 13 Januari 2018

Mengejutkan, Pengakuan Anak Jalanan Kota Kembang: Aktivitas Seks Jadi Menu Sehari-hari


Bruniq.com - Salah satu anak jalanan berinisial IM (18) mengungkapkan, di kalangan anak jalanan Kota Kembang, aktivitas seksual ternyata telah menjadi "menu sehari-hari". Bahkan tidak sedikit dari anak-anak tersebut telah melakukan transaksi seksual dengan orang dewasa.

Pernyataan ini disampaikan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melalui Komisioner Bidang Sosial dan Anak Dalam Situasi Darurat, Susianah Affandy dalam rangka melakukan pengawasan terkait video porno anak yang melibatkan perempuan dewasa di Bandung dan IM menjadi salah satu tersangkanya.
Susianah mengaku telah melakukan koordinasi dengan lintas sektor pada 10-11 Januari 2018 di Bandung. Dalam kegiatan tersebut, KPAI berkoordinasi dengan Polda Propinsi Jawa Barat, Dinas Sosial Propinsi Jawa Barat, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jawa Barat serta Pengelola Rumah Singgah di Bandung.

"Anak-anak yang terlibat dalam video porno dengan perempuan dewasa adalah anak jalanan. Mereka berasal dari keluarga miskin yang tinggal di samping rel kereta api Kiara Condong Bandung. Orang tua dari ketiga anak tersebut bekerja sebagai pemulung," kata Susianah melalui keterangan tertulis pada NNC, Jumat (12/1/2018).

Kata Susianah, dua di antara tiga anak tersebut yakni RD (9 tahun) dan DN (9 tahun) putus sekolah dan hanya SP (11 tahun) yang bersekolah. Setiap hari mereka bekerja mengamen. Informasi yang dihimpun KPAI, orang tua anak-anak jalanan di daerah ini banyak yang menuntut anaknya agar membawa uang setiap pulang ke rumah.

Polisi juga telah menangkap Susanti (40) orang tua DN dan Herni (41) orang tua RD yang dalam pembuatan video berperan mengantar dan juga turut mengarahkan adegan porno yang dilakukan anaknya. Selain menangkap dua orang tua, polisi juga telah menangkap empat tersangka lainnya yakni FA, CC, IN dan IM dengan perannya masing-masing.

"Motivasi pelaku IM yang saat kejadian bulan Agustus 2017 silam berusia 17 tahun 10 bulan adalah faktor ekonomi.
Pengakuan tersangka IM kepada KPAI, dia menjadi anak jalanan sejak kelas 1 SMP dan putus sekolah. Menurut IM, di kalangan anak jalanan di Kota Kembang ini, aktivitas seks telah menjadi menu sehari-hari," jelas Susianah.

Dikatakan Susianah, ketiga anak korban kini dilayani di rumah aman P2TP2A Propinsi Jawa Barat dan masih dalam keadaan terisolasi. Petugas Psikolog P2TP2A memberi penjelasan kepada KPAI bahwa semua orang tidak memiliki akses bertemu dengan anak karena dalam tahap trauma healing.

Disarankan ...

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post