Minggu, 14 Januari 2018

Ketika Alumni 212 Pecah Kongsi Dengan kubu Prabowo



Bruniq.com - Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Maarif mengakui ada ketidaksepahaman antara alumni dengan koalisi Gerindra, PKS, dan PAN atas ditolaknya lima rekomendasi untuk Pilkada 2018. Slamet menyebut dalam waktu dekat akan melakukan rakernas untuk menentukan sikap terhadap Prabowo cs.

Slamet mengungkapkan Alumni 212 kecewa Gerindra, PKS, dan PAN terpecah. Salah satunya di Jawa Timur, Gerindra dan PKS malah bergabung dengan PDIP yang selama ini mereka lawan. Slamet mengancam tidak lagi memberikan dukungan.
"Satu wilayah koalisi ini jadi pecah dan bercampur dengan partai penista agama ya konsekuensi nya kita tidak akan dukung sebetulnya kita objektif saja lah," jelas Slamet.

Penasihat Alumni 212, Eggi Sudjana mengatakan sesungguhnya pemilu adalah hak. Alumni 212, kata Eggy, mampu menggerakkan umat Islam untuk beri dukungan. Namun, kalau aspirasi tidak didengar, untuk apa mereka melanjutkan dukungan.

"Tapi kalau mereka suara kita dompleng saja kemudian setelah itu ditinggal dan aspirasinya tidak dipakai, untuk apa begitu," kata Eggi.

Sekjen FUI Al Khaththath mengaku alumnis 212 kecewa saat Prabowo dan koalisi Partai Gerindra tak mengusung lima calon yang mereka rekomendasikan. Salah satu yang gagal maju adalah La Nyala di pilgub Jatim.

Para pemimpin aksi mengaku sudah merasa ikut berperan memuluskan Anies-Sandi di Pilgub DKI Jakarta. Mereka sudah menggelar aksi besar-besaran di 212.

"Pesan Habib Rizieq ketika saya pergi ke Mekah, agar meminta kepada tiga pimpinan supaya meng-copy paste yang ada di Jakarta supaya mendapatkan kemenangan di provinsi-provisni lain," katanya saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (11/1)..

Al Khaththath mengaku mereka memberikan dukungan berharap nanti Gerindra, PAN dan PKS memberikan rekomendasi kepada calon yang diajukan para ulama itu untuk maju.

"Nah tentunya saya nggak tahu apakah ada miss presepsi seolah-olah kita mendukung dengan cek kosong. Mungkin pemahaman mereka seperti itu," katanya kecewa.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menepis semua tudingan La Nyalla Mattalitti. Fadli menegaskan Prabowo tidak pernah meminta uang untuk kepentingan pribadi maupun partai kepada calon kepala daerah yang akan diusung.

"Saya kira kalau dari Pak Prabowo tidak ada ya‎ itu, saya tidak pernah dengar‎ dan juga menemukan bukti semacam itu ya," kata Fadli di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/1).


Disarankan ...

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post
 


ads here