Selasa, 09 Januari 2018

Gerindra Peraup Uang ? La Nyalla Dimintai Rp170 Miliar untuk Rekomendasi Pilgub Jatim 2018, Ini Respon Spontan La Nyalla



Bruniq.com - Mantan Ketua PSSI dan Ketua Kadin Jawa Timur, La Nyalla M Mattaliti mengaku dimintai uang sebesar Rp170 miliar  jika ingin mendapatkan rekomendasi dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) untuk maju dalam pilgub Jawa Timur 2018.

"Kalau ada uang Rp170 miliar, mending kita bangun masjid yang bagus daripada untuk bayar rekomendasi pilkada," kata   La Nyalla dihubungi wartawan, Selasa (9/1/2018).
La Nyalla menyesalkan pernyataan atau permintaan Ketua DPD GerindraJawa Timur, Supriyanto yang meminta uang itu. Dia menganggap, Ketua DPD Gerindra Jatim justru bertolak belakang dengan sikap Ketua Umum Gerindra Prabowo Subiyanto.

"Saya masih ingat sekali, Pak Prabowo pernah bilang, kalau ada kader yang punya potensi mau nyalon kepala daerah, Gerindra membuka pintu selebar-lebarnya, yang penting calon tersebut diinginkan rakyat," paparnya.

"Jadi Pak Prabowo seperti iklan rokok, yang punya tagline bukan basa-basi. Tapi nyatanya, ya begitulah," sesal La Nyalla.

Mantan Ketua PSSI juga menyebut,  Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Timur Supriyatno pun meminta sejumlah uang agar dirinya lolos maju di Pilgub Jatim yang bakal digelar KPU 27 Juni 2018 mendatang.

Bahkan dalam salah satu rekaman telepon dengan Timses La Nyalla, Supriyanto dengan tegas meminta La Nyalla menyediakan uang Rp170 miliar atau minimal Rp150 miliar.

"Kalau di Jawa Timur gampang bos, sekarang tunjukkan saja uang cash Rp170 atau minimal Rp150 miliar ke Jakarta, saya akan antar ke Pak Prabowo. Kalau tidak ada ya susah bos," ujar Supriyanto dalam salah satu rekaman yang diterima wartawan di Jakarta, Selasa (9/1/2017).

 "Iya ada permintaan uang dari Ketua DPD," ujar La Nyalla.

Tidak hanya mengiyakan, La Nyalla juga mengirimkan video pendek berdurasi 3 detik yang menyindir Ketua DPD Gerindra Jatim, yaitu video nyanyian dan tarian kartun tengkorak dengan lirik 'tak punya uang'.

Selain itu, pernyataan Supri juga disayangkan oleh sejumlah relawan dan pendukung La Nyalla, Zha Wulandari.  Menurutnya, permintaan uang tersebut kelewatan dan tidak masuk akal.

"Pak LNM itu kader Gerindra, memang politik itu tidak gratis. Tapi mbok mikir, uang segitu baru buat setoran, belum biaya kampanye dan lain-lain," sesalnya, sebagaimana diberitakan GoNews.co, Selasa (9/1/2018).

Media tersebut mengaku, sudah tiga kali menghubungi Ketua DPD Gerindra Jatim Supriyanto, baik melalui telephone dan Whatsapp, untuk memastikan apakah benar itu suara dalam rekaman tersebut adalah pernyataannya. Namun hingga berita ini ditulis, belum direspon Supri.



Next article Next Post
Previous article Previous Post