Rabu, 10 Januari 2018

Dinyatakan Tewas dan Nyaris Diotopsi, Mayat Ini Hidup Kembali



Bruniq.com -  Seorang tahanan di Spanyol, Gonzalo Montoya Jiménez, dinyatakan telah meninggal oleh tiga orang dokter. Ia pun dimasukkan ke kantong jenazah dan dimasukkan ke dalam lemari pendingin kamar jenazah.

Tubuh jenazah kemudian ditandai untuk persiapan otopsi. Namun, beberapa jam sebelum otopsi, mayat tersebut bergerak dan Jiménez terbangun dengan bekas luka ditubuhnya untuk persiapan otopsi pada hari Minggu, setelah tubuhnya sempat disimpan di lemari pendingin jenazah.

"Mereka telah menandai mayat itu untuk membelahnya dengan pisau bedah itu," ujar keluarga kepada Il Mattino, seperti dilansir dari lamanNews, Selasa (9/1/2018).
Menurut media lokal, ia terbangun beberapa jam sebelum pemeriksaan jenazah dilakukan. Ilmuwan menyebutkan "kasus kematian nyata yang luar biasa".

Pihak berwenang mengatakan kepada keluarga Jiménez bahwa pria berusia 29 tahun itu diyakini telah meninggal di selnya sekitar pukul 08.00 pagi. Jiménez ditempatkan di ruang paling berbahaya dari populasi penjara.

Ia ditemukan terkulai di kursi setelah mengeluh merasa sakit sehari sebelumnya. Pejabat mengatakan, tubuhnya juga mengalami sianotik atau perubahan warna keunguan pada kulit yang muncul setelah kematian. Tubuhnya juga mengalami kekakuan mortis (kaku mayat).

Kaku mayat (Rigor mortis) adalah salah satu tanda fisik kematian. Kaku mayat dapat dikenali dari adanya kekakuan yang terjadi secara bertahap sesuai dengan lamanya waktu pasca kematian hingga 24 jam setelahnya.

Pihak berwenang tidak menemukan "permainan kotor" atau manipulasi dalam tanda kematian itu dan denyut nadi pun tidak dapat ditemukan. Pihak berwenang juga mengakui ada upaya untuk memompa jantungnya guna menghidupkannya kembali, tapi dia dinyatakan meninggal.

Jiménez dimasukkan ke dalam kantong jenazah dan akhirnya ditempatkan di atas meja otopsi. Saat itulah dokter melihat "gerakan mayat" dan mendengarnya "mendengkur" dan "mengi".

"Dokter forensik mulai mendengar suara yang keluar dari dalam kantong jenazah. Jiménez tidak mati, justru sebaliknya," lapor El Espanol.

Petugas forensik melajutkan membuka kantong jenazah dan menemukan narapidana itu masih hidup. Dia memiliki tanda-tanda yang di tubuhnya untuk persiapan otopsi. Kata-kata pertama yang dia gumamkan adalah tentang isterinya dan bertanya apakah dia bisa melihatnya lagi.

Keluarga Jiménez sangat marah kepada petugas penjara dan yakin hanya satu dokter penjara yang memeriksa tubuhnya, sementara dua orang lainnya menandatangani surat kematian. Dibutuhkan tiga ahli untuk memastikan seorang tahanan tewas.

Sementara para ahli menduga, Jiménez mengalami katalepsi yakni kondisi di mana seseorang bisa salah diduga meninggal dimana tanda vital mereka diperlambat ke titik yang hampir tidak terlihat.

Gejala meliputi tubuh kaku, kaki kaku, tungkai tinggal di posisi yang sama ketika pindah, tidak ada tanggapan, kehilangan kontrol otot, dan fungsi tubuh seperti pernapasan melambat.

Jiménez dipenjara di wilayah Asturias, barat laut Spanyol. Ia dilarikan ke rumah sakit Oviedo untuk perawatan intensif.

"Dua dokter penjara menyimpulkan bahwa dia memiliki tanda kematian klinis setelah panggilan pagi hari dan memberi tahu polisi, kerabat terdekatnya dan pengadilan lokal sebagai bagian dari prosedur standar," kata juru bicara Penjara Spanyol.

"Pengadilan mengirim dokter forensik yang adalah orang yang benar-benar memastikan kematiannya.

"Saya tidak bisa berkomentar mengenai apa yang terjadi di Institute of Legal Medicine namun tiga dokter telah melihat tanda-tanda kematian secara klinis sehingga masih belum jelas mengapa ini terjadi."

Investigasi saat ini sedang berlangsung.

Disarankan ...

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post