Senin, 04 Desember 2017

Woww!! Pemuda Muhammdiyah Apresiasi Kebijakan Jokowi Terkait Hal Ini....

Bruniq.com JAKARTA - Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah mengapresiasi Presiden Joko Widodo mengajukan nama Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai calon panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo yang akan memasuki masa pensiun.
Menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, kebijakan Jokowi urut matra yang kini dipercayakan kepada TNI AU sudah tepat.

"Dengan cara begitu Pak Jokowi memberikan pesan kesetaraan di setiap matra, tidak ada sikap mengistimewakan satu angkatan, namun memposisikan semua Angkatan sama," ujar Dahnil Simanjuntak kepada Tribunnews.com, Senin (4/12/2017).
Pengajuan satu nama Calon, dinilai, paling tepat agar menghindari politicking dalam TNI.

Sehingga, TNI bisa terus tetap kompak.

Presiden Joko Widodo mengungkap alasan dirinya mengajukan nama Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Calon Panglima TNI kepada DPR.
"Saya meyakini beliau memiliki kemampuan dan kepemimpinan yang kuat dan bisa membawa TNI ke arah yang lebih profesional, sesuai dengan jati dirinya, yaitu tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional," ujar Presiden disela-sela peninjauan Jalan Tol Soreang-Pasir Koja, Kabupaten Bandung, Senin (4/12/2017).
Selain itu, Presiden Jokowi mengatakan, pengajuan Marsekal Hadi Tjahjanto telah sesuai mekanisme yang diatur terkait pergantian Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang akan memasuki masa pensiun pada Maret 2018 mendatang.

"Ini kan mekanisme normal ya karena Jenderal TNI Gatot Nurmantyo segera memasuki masa pensiun di Maret yang akan datang, sehingga ada mekanisme dan kita harus mengajukan ke DPR terlebih dahulu dan mekanisme itu yg kita ikuti, dan kita mengajukan Pak KSAU Marsekal Hadi Tjahjanto ke DPR untuk mendapatkan persetujuan," ucap Presiden Jokowi.
Sementara itu, Wakil Ketua DPR Fadli Zon menjelaskan, pihaknya akan langsung menggelar rapat pimpinan DPR RI yang salah satu agendanya membahas pengajuan nama pengganti Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI.

Menurutnya, setelah rapim surat pengajuan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto akan dibahas dalam badan musyawarah DPR, sebelum fit and proper tes dilakukan Komisi I DPR.
"Dalam surat itu juga disampaikan keinginan untuk bisa diproses dalam waktu yang tidak lama," kata Fadli kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (4/12/2017).
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini menjelaskan, sebelum masa sidang tahun ini habis.
Supaya Hadi Tjahjanto bisa dilantik setelah disetujui DPR.
Diketahui tanggal 13 Desember 2017 sudah memasuki masa reses.
"Kami harapkan mudah-mudahan bisa begitu. Nanti tentu akan kami kordinasikan dengan pimpinan Komisi I dan juga fraksi-fraksi yang ada dalam bamus untuk mengagendakan," kata Fadli.
Next article Next Post
Previous article Previous Post