Senin, 04 Desember 2017

Woww!! Anies Baswedan Calon Terkuat Pendamping Prabowo Subianto di Pilpres 2019, Ini Lengkapnya. Menurut Anda?

Bruniq.com SENAYAN - Nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan muncul sebagai calon wakil presiden (cawapres) dengan elektabilitas tertinggi.

Hal itu diketahui melalui survei yang digelar Indo Barometer, terhadap 1.200 responden di 34 provinsi pada 15-25 November lalu, dengan metode multistage random sampling.

Pada survei mengenai calon wakil presiden dengan pertanyaan terbuka, nama Anies Baswedan muncul pada urutan pertama, dengan elektabilitas mencapai 10,5 persen.

Di bawahnya pada posisi kedua terdapat Agus Harimurti Yudoyono (AHY) dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, dengan nilai yang sama, yakni 9,6 persen, lalu diikuti oleh Gatot Nurmantyo dengan 9,6 persen.

Pada simulasi 12 nama dengan nama-nama yang disajikan surveyor, nama Anies Baswedan tetap berada di urutan teratas, dengan 11,8 persen.
Diikuti oleh AHY yang merupakan saingan Anies di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017, dengan 10,3 persen, Gatot Nurmantyo yang masih menjabat Panglima TNI dengan elektabilitas 7,3 persen, serta Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dengan 7,3 persen.
Anies Baswedan adalah Gubernur DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Gerindra. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra Prabowo Subianto digadang-gadang akan maju sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.
Dalam simulasi empat nama cawapres untuk Prabowo Subianto melalui pertanyaan tertutup, nama Anies Baswedan berada di urutan teratas, dengan 22,5 persen.
Pada posisi kedua terdapat Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman dengan 4,2 persen, lalu Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan dengan 0,1 persen.

Pada simulasi empat pasangan untuk Prabowo, pasangan Prabowo-Anies berada di urutan pertama dengan 31,7 persen.
Sedangkan pasangan Prabowo-Sohibul hanya mendapat 16,3 persen, dan Prabowo Zulkifli Hasan hanya mendapat 4,1 persen.
Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon dalam acara pemaparan hasil survei Indo Barometer di Hotel Century Park, Jakarta Pusat, Minggu (3/12/2017), mengatakan, partainya sudah hampir pasti mengusung Prabowo sebagai calon presiden.
Namun untuk pendamping mantan Danjen Kopassus TNI AD itu, partai tentu harus berkonsultasi dengan partai lain di koalisi.
"Kalau bicara cawapres, saya kita Gerindra nanti perlu misalnya dengan calon-calon mitra koalisi, untuk membicarakan dan duduk bersama," ujarnya.

Pada dasarnya Partai Gerindra sebagai pengusung utama pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada Pilpres DKI Jakarta 2017, berharap pasangan tersebut bisa menyelesaikan masa baktinya selama lima tahun, dan bisa terus menjalankan program-program pembangunan ibu kota.
"Sementara ini saya kira mungkin yang dilakukan saja dulu, apa yang pembenahan itu. Kita juga tidak ingin DKI itu sekadar batu loncatan, seperti sebelum-sebelumnya," kata Fadli Zon.
Namun demikian, ia tidak bisa memastikan apakah partainya nanti tidak mengambil keputusan untuk menggaet Anies yang merupakan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu, sehingga ia harus meninggalkan jabatan Gubernur DKI Jakarta, seperti yang pernah dilakukan Joko Widodo. (*)
Next article Next Post
Previous article Previous Post