Rabu, 13 Desember 2017

Telak!! DPRD DKI Ledek Kinerja Bappeda DKI yang Tak Maksimal. Bilang Begini...

Bruniq.com GAMBIR - Dua minggu menjelang penutupan APBD DKI 2017 serapan anggaran dinilai masih lemah.
DPRD DKI menyindir habis-habisan kinerja Pemprov DKI yang tak maksimal itu.
Angkanya baru 67 persen atau Rp 41 triliun dari anggaran belanja langsung (BL) dan belanja tidak langsung (BTL) sebesar Rp 61 triliun.

Angka tersebut lebih banyak untuk pegawai, bukan belanja BL.

Kepala Badan perencanaan pembangunan daerah (Bappeda) DKI Tuty Kusumawati menerangkan, angka itu sudah bisa dipastikan akan meningkat sampai 85 persen keatas karena masih banyak pekerjaan konstruksi yang belum dibayar.

Setelah dilakukan pelunasan langsung akan naik drastis. ’’Kami optimis bisa melebihi 85 persen,’’ kata Tuty di Balaikota DKI, Rabu (13/12/2017).
Sementara kategori BTL yang terdiri dari belanja pegawai, hibah, belanja tak terduga, belanja bunga, subsidi, bantuan sosial dan bantuan keuangan sudah terserap 80 persen atau Rp 21. 378 triliun dari total anggaran Rp28 triliun.
Belanja langsung sudah 57 persen atau Rp 20 triliun dari anggaran Rp 35 triliun.
Tuty melanjutkan, penghitungan akhir berupa Sisa lebih perhitungan anggaran (SilPa) atau efektivitas penyelenggaraan di akhir tahun yang menjadi patokan.
Berapa besaran serapan di akhir tahun bisa diprediksi dengan menghitung yang ditenderkan di Badan Pelayanan Pengadaan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ).
’’Di akhir akan ada penagihan besar-besaran. Dan itu langsung meningkat serapan,’’ jelas Tuty.
Hingga akhir tahun Tuty optimistis serapan anggaran bisa melebihi serapan APBD 2016 yang sebesar 83 persen.
Dia memproyeksikan APBD 2017 bisa terserap lebih dari 85 persen tahun ini.
Dari hari ke hari pihaknya terus mengkoordinasikan serapan per asistensi.
Pemaparan data via on line dibuat agar bisa dilakukan auto-assessment masing-masing SKPD.
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Veri Yonnevil menyarankan, pemprov jangan terbuai atau bangga serapan sudah mencapai 67 persen.
Menurut Very, bisa dikatakan tinggi kalau sudah di 80 persen. Sehingga tak perlu berpuas diri.
Very menilai serapan tinggi yang dibanggakan sekarang ternyata BTL mencapai 80 persen. Tetapi, BL-nya masih 50 persen.
"Artinya mereka tidak maksimal menjalankan tugasnya," kata Very.
Karena itu, Very menyarankan Anies Baswedan – Sandiaga Uno evaluasi satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang serapannya rendah.
’’Ini terjadi setiap tahun. Saya juga bingung, kok Bappeda bangga ya dengan angka 67 persen,’’ ujar Veri.

Menurut Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura DKI itu, seharusnya Bappeda malu karena serapan tinggi ternyata BTL, bukan BL. Sebab, itu hanya untuk keperluan atau kepentingan SKPD.
’’Buat apa kalau yang tinggi BTL. BL dong,’’ kata Very.

Disarankan ...

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post