Selasa, 05 Desember 2017

Selesai Masa Ahok-Djarot!! Lihat Kali Jati Bunder yang Dipenuhi Sampah Tiap Hari

Jakarta - Aroma menyengat tercium ketika melintas di Jalan Lontar Raya, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Tepatnya sebelum kelurahan Kebon Melati.

Di sana ada jembatan kecil yang di bawahnya merupakan Kali Jati Bunder dari aliran air Sungai Krukut Bawah. Pantauan detikcom di lokasi pukul 10.00 WIB, kondisi kali terlihat kotor. Banyak sampah plastik yang mengapung di kali tersebut.

Melihat Kali Jati Bunder yang Dipenuhi Sampah Tiap HariFoto: Pasukan Oranye membersihkan Kali Jati Bunder, Tanah Abang. (Indra Komara-detikcom)


Munzir, Kepala Regu Unit Pelaksana Kebersihan (UPK) Badan Air Dinas Lingkungan Hidup, Jakarta Pusat memaparkan, kondisi kali yang kotor nyaris ditemui setiap hari. Penyebabnya, karena kurangnya kesadaran warga membuang sampah pada tempatnya.

"Tingkat kesadaran warga masih rendah. Kita udah kasih karung padahal, cuma masih ada aja yang buang sampah di kali. Mereka anggap kali ini kayak bak sampah. Makanya kita ini setiap hari bersihin," katanya kepada detikcom di lokasi, Selasa (5/12/2017).

Setiap hari, ada 7 orang pasukan oranye yang selalu memonitor kondisi Kali Jati Bunder. Dia mengatakan, sampah mulai menumpuk dari Jalan Tenaga Listrik Krukut Bawah sampai Sabeni Raya, Pabrik Tempe, sampai Lontar Raya, Tanah Abang.

Melihat Kali Jati Bunder yang Dipenuhi Sampah Tiap HariFoto: Pasukan Oranye membersihkan Kali Jati Bunder, Tanah Abang. (Indra Komara-detikcom)


Munzir menyayangkan sikap warga sepanjang Jalan Lontar Raya yang masih buang sampah di kali. Padahal dari Dinas Lingkungan hidup sudah menyediakan ratusan karung untuk tempat pembuangan sampah.

"Ratusan karung kita sebar di pinggiran kali biar jangan sampai buang di kali nanti karung kita yang angkat," ujarnya.

Namun, kondisi rumah yang bertingkat juga menjadi warga malas turun untuk membuang sampah ke karung yang disediakan. Warga yang berada di lantai atas, kata Munzir, terkadang membuang sampah langsung ke kali.

"Cuma perumahan di sini kan berderet, ada yang tingkat juga. Nah yang tinggal di atas itu kadang buang ke kali karena malas turun ke bawah. Bahkan ada yang males buang air kecil mereka buang air di botol terus buang ke kali," lanjut Munzir.

Dia berharap warga sekitar bisa sadar akan pentingnya kebersihan. Bukan tanpa alasan, hal itu dikatakan Munzir demi kesehatan warga sekitar.

"Ya harapannya biar masyarakat sadar karena kebersihan mereka juga yang rugi. Kalau kali bersih kan enak nggak gampang kena penyakit," ujarnya
Next article Next Post
Previous article Previous Post