Senin, 04 Desember 2017

SALAM DUA PERIODE!! Meski Elektabilitas PDIP Dibawah Gerindra, Jokowi Tetap Ungguli Prabowo. Ini Lengkapnya...

Bruniq.com MENTENG --  Meskipun hasil survei nasional yang dilakukan oleh Organisasi Kesejahteraan Rakyat (Orkestra) menempatkan elektabilitas Gerindra diatas PDIP, namun elektabilitas Jokowi tetap unggul atas Prabowo.

Survey nasional Orkestra ini dilakukan dalam periode 06 sampai 20 November 2017 dengan melibatkan 1300 responden dari 34 Provinsi di Indonesia sebagai sampelnya. Hal ini bertujuan untuk mengukur elektabilitas partai politik dan capres-capresnya serta untuk mengukur kinerja pemerintahan Jokowi-JK.

Respon publik yang positif terhadap kenerja pemerintahan Jokowi-JK sejalan dengan tingginya elektabilitas Jokowi. Sebanyak 24,38 persen responden memilih Jokowi dan 21,09 persen memilih Prabowo. Sedangkan diurutan ketiga ada nama Gatot Nurmantyo yang mendapatkan angka 2,80 persen, diikuti AHY 2,1 persen, Anies Baswedan 2,14 persen dan nama-nama lainnya berada dibawah angka 2 persen.

"Bisa saya ambil kesimpulan bahwa Prabowo masih menjadi kawan bersaing yang kuat bagi Jokowi dalam pemilu 2019 mendatang," kata Emrus Sihombing, pengamat komunikasi politik.

Pendapat senada disampaikan oleh Heri Budiyanto, Direktur Eksekutif Polkom Institute saat menghadiri konferensi pers Orkestra di kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada Minggu pagi (03/12).

"Dengan marjin error 3 persen keatas dan 3 persen kebawah dapat dikatakan bahwa elektabilitas Jokowi dan Prabowo sama kuat," ucap Heri Budiyanto.

Berdasarkan hasil temuan survey Orkestra ini, kinerja pemerintahan Jokowi-JK memberikan kepuasan kepada rakyat Indonesia. Hal ini tercermin dari 52,1 persen responden menjawab "Baik" kinerja pemerintahan Jokowi-JK, sedangkan yang menilai "Buruk" hanya sebesar 18, 3 persen reponden.

Responden yang menilai baik sebagian besar atau sekitar 37 persen menjawab bahwa Jokowi-JK dinilai mampu melakukan tugas pembangunan yang merata. 15 persen responden menilai kepemimpinannya pro-rakyat, 11 persen menilai Jokowi sudah hampir tuntas memenuhi janji-janji kampanyenya.

"Pembangunan infrastruktur Jokowi yang merata dalam tiga tahun ini saya kira bisa menjadi jualan Jokowi untuk memenangkan pemilu 2019," tutur Heri Budiyanto, Direktur Eksekutif Polkom Institute.
Dari 18,3 persen responden yang menilai buruk, sebanyak 21 persen diantaranya menganggap Jokowi tidak memenuhi janji-janjinya, 17 persen buruk dalam kinerja bidang ekonomi dan kesejahteraan rakyat, 16 persen merasa tidak ada perubahan, 15 persen buruk karena menambah hutang negara kemudian 8 persen pemerintah dikendalikan oleh asing.
Next article Next Post
Previous article Previous Post