Kamis, 07 Desember 2017

SALAM DUA PERIODE!! Jokowi Bangun Infrastruktur Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia

Bruniq.com -Selamat malam Batfans! Pernah beli mobil bekas? Mobil bekas yang sudah rusak, olinya bocor, di starter pun sulit dan segudang masalah lainnya. Tapi mobil itu harus bisa melaju kencang di jalan tol supaya kita gak terlambat ke kantor. Kebayang sulitnya memperbaiki mobil seperti itu? Jangankan bisa ngebut, bisa jalan aja sudah sukur.

Kurang lebih begitulah Indonesia saat Jokowi menjadi Presiden. Sudah bocor dimana-mana, mesinnya rusak, ditambah jalannya pun salah arah. Kebayang betapa sulitnya Pak Jokowi memperbaiki semua kerusakan yang sudah lama dibiarkan. Terlebih ada saja penumpangnya yang mensabotase dari dalam demi kepentingan kelompoknya.

Hari ini dihadapan CEO se-Asia dalam Bloomberg The Year Ahead, Pak Jokowi memaparkan betapa sulitnya pembangunan ekonomi di tengah-tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil saat ini.

Jokowi menceritakan, awal kepemimpinannya pada 2014 lalu situasi ekonomi domesik maupun global cukup sulit. Anggaran habis tersedot untuk subsidi salah satunya untuk bahan bakar minyak (BBM).

Dengan berani Pak Jokowi mengambil keputusan yang tidak populer, mencabut subsidi BBM. Saat itu para pembenci Jokowi yang kecewa karena Prabowo kalah langsung menyerang Jokowi dengan berbagai hinaan.

Sementara pendukung Jokowi percaya bahwa apa yang dilakukan oleh Pak Jokowi sudah benar. Terlalu lama kita dimanja dengan subsidi BBM. Dan yang paling penting adalah rakyat percaya bahwa di tangan Pak Jokowi dana dari pencabutan subsidi akan dialihkan dengan baik ke sektor lain. Saya masih ingat bagaimana Pak Jokowi berjanji akan mengalihkan dana tersebut ke pembangunan infrastruktur.

Akhirnya diputuskan untuk mencabut 80 persen subsidi. Jokowi mengaku, pencabutan itu memberi ruang fiskal hingga US$20 miliar setiap tahunnya. Saat itulah menurutnya, fokus pada pembangunan infrastruktur dimulai.

"Kita melakukan pengembangan infrastruktur yang terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Hari ini, kita sudah di jalur yang benar untuk menyelesaikan berbagai proyek infrastruktur itu hanya dalam 5 tahun pemerintahan," ujar Presiden Jokowi, Rabu 6 Desember 2017.

Dikutip dari bloomberg.com, Presiden Indonesia Joko Widodo mengatakan bahwa reformasi di pemerintahan untuk meningkatkan ekonomi mulai terlihat hasilnya. Hal tersebut memungkinkan pemerintah untuk memulai rencana infrastruktur terbesar dalam sejarah negara tersebut.

Kondisi sekarang jauh lebih baik daripada saat dia menjabat tiga tahun lalu, dengan pertumbuhan ekonomi kembali di atas 5 persen dan rebound mata uang Rupiah.

"Perkembangan positif ini berkat satu hal dan satu hal saja: reformasi," katanya.

Perekonomian tumbuh lebih dari 5 persen setiap kuartal tahun ini dan diperkirakan oleh pemerintah akan meningkat hingga 5,4 persen pada 2018. Meski masih di bawah target 7 persen yang ditetapkan Jokowi ketika dia berkuasa tiga tahun lalu, pemulihan ekspor dan kenaikan Investasi menjadi kekuatan ekonomi Indonesia saat ini, katanya.

Jokowi telah mendapat penghargaan atas reformasi ekonominya dengan peringkat kredit investment grade dari S & P Global Ratings tahun ini dan banjir investasi asing dalam obligasi negara. Setelah turun ke level terlemahnya sejak 1998 pada bulan September 2015, rupiah telah menguat hampir 9 persen terhadap dolar.


Berbagai program deregulasi aturan yang menghambat investasi juga dilakukan secara besar-besaran. Ada ribuan aturan dari tingkat daerah hingga aturan pemerintah pusat yang dianggap menghambat investasi, dicabut.
"Pertama kali dalam 20 tahun investment grade dari S&P, Moodys, dan Fitch," kata Jokowi.
Tingkat kemudahan berinvestasi di Indonesia, juga naik drastis. Dari awalnya di bawah angka 100, kini sudah menembus 72. Target Jokowi, adalah peringkat 40 selama kepemimpinannya.
Jokowi menyakini, ekonomi Indonesia ke depannya akan membaik. Ia mengibaratkan sebuah keluarga yang baru menempuh hidup berumah tangga.
"Ketika sudah menikah, perlu diingat bahwa di tahun pertama jika merasa tidak baik jangan panik, tetap bertahan. Dan di tahun ketiga akan jauh lebih baik."
Memang kita semua bisa merasakan pembangunan infrastruktur besar-besaran untuk mengejar ketertinggalan. Salah satunya adalah karena kebijakan pemangkasan 80% subsidi BBM. Meski awalnya sempat direcoki kubu sebelah tapi ternyata semua baik-baik saja dan hasilnya pun kini mulai terlihat. Semua karena kita sejak awal percaya Jokowi akan menggunakan dana dari pengalihan subsidi dengan baik.
Luar biasa Pak Jokowi padahal untuk memperbaiki Indonesia sama sulitnya dengan memperbaiki pesawat yang rusak, dan pesawatnya sedang terbang ditambah sebagian penumpangnya ada yang sengaja merusak pesawat agar jatuh.

sumber:

Next article Next Post
Previous article Previous Post