Rabu, 13 Desember 2017

MENGEJUTKAN!! Fahri Hamzah Unggah Tulisan Menohok ini, Sindir Siapa?

Bruniq.com JAKARTA - Hubungan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan mantan partainya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Seperti dikutip dari KOMPAS.com, Sekretaris Fraksi PKS Sukamta mengatakan fraksinya kembali mengusulkan pencopotan Fahri Hamzah dari kursi Wakil Ketua DPR.
Terkait pencopotan tersebut, kata Sukamta, PKS akan menunggu selesainya persoalan penggantian Ketua DPR oleh Fraksi Golkar.
Ia tak mempermasalahkan respons Fahri karena pencopotan itu sudah keputusan final partai.
"Iya itu memang ada surat dari DPP (PKS) ke fraksi. Fraksi meneruskan surat DPP. Tapi kan ini urusan pokoknya (pergantian Ketua DPR) belum selesai nih," lanjut Sukamta.
Fahri Hamzah pun melawan.
Dia meminta PKS mematuhi putusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan yang memenangkan dirinya terhadap putusan PKS yang telah memecatnya dari jenjang kepartaian.
"Bahwa semua surat itu tunduk kepada perintah pengadilan yang telah memenangkan saya, dan meminta kepada semua pihak untuk mengembalikan posisi saya baik sebagai anggota PKS, anggota DPR, dan juga pimpinan DPR," kata Fahri melalui pesan singkat, Selasa (12/12/2017).
Di tengah perseteruan tersebut, Fahri Hamzah membuat tulisan melalui akun jejaring sosial Instagram, @fahrihamzah, yang cukup menyita perhatian.
Dalam tulisan tersebut, Fahri mengatakan 'Partai Citarasa Klub Bola'.
Disinyalir, tulisan Fahri Hamzah tersebut menyindir PKS.
Tulisan tersebut dimaktub oleh Fahri Hamzah dari akun Twitter miliknya sendiri, @Fahrihamzah .
Berikut statusnya:
PARTAI CITARASA KLUB BOLA
Sekarang ini menceraikan isteri saja gak boleh sepihak.
Apalagi memecat kader.
Masak DPR dianggap sebagai klub sepak bola.
Ahli tata negara ampun UUD 1945 sudah berubah pikiran masih otoriter.
UUD 1945 memberi imunitas kepada anggota DPR untuk mewakili suara rakyat.
Tapi ahli hukum tata negara menganggap imunitas itu tunduk kepada sikap partai.
Mental feodal ini kalau bersekutu dalam parpol bisa melahirkan kembali negara otoriter.
Anggota DPR RI tidak dipilih oleh parpol. Dia dicalonkan oleh parpol tapi dipilih oleh rakyat.
Ada banyak yang dicalonkan parpol tapi tidak dipilih oleh rakyat.
Maka hak rakyat pada anggota DPR lebih banyak daripada partai. Ini nalar VoxPopuli.
Sejak awal kalau konsepsi suara rakyat ini tidak duduk dalam pikiran kita, maka negara dan partai politik dapat menyerobot masuk melakukan perampasan terhadap HAM.
Nanti atas nama ketertiban, partai komunis menjadi idola.
Pikiran itu kalau pendek dan dangkal, dia mencari sarang pada nafsu.
Jika ia luas dan mendalam, ia akan mencari rumah dalam hati.
Twitter @Fahrihamzah 12/12/2017




Disarankan ...

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post
 


ads here