Selasa, 12 Desember 2017

MEMBANGGAKAN!! Jokowi: Negara lain lihat ekonomi kita optimis, kenapa kita malah....


Bruniq.com- Presiden Joko Widodo ( Jokowi) mengajak semua pihak bersikap optimistis dalam menghadapi perbaikan ekonomi Indonesia. Dia menyebutkan, banyak yang berhasil dicapai oleh pemerintah sehingga Indonesia semakin dipandang oleh negara lain.



Dia mengungkapkan, salah satunya adalah peringkat investment grade (laik investasi) Indonesia yang diberikan oleh lembaga pemeringkat internasional. Selain itu, dia juga menyinggung peringkat Easy of Doing Business (kemudahan berusaha) yang naik drastis ke posisi 72 atau naik 19 peringkat dari tahun sebelumnya.



"Melihat angka seperti ini apa artinya? Menurut saya, kita harus optimis. Negara lain melihat kita saja optimis, melihat perkembangan ekonomi kita, kenapa kita sendiri malah tidak optimis? Marilah kita lihat angka-angka," kata Presiden Jokowi, dalam sebuah acara di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (12/12).



Kendati demikian, mantan walikota Solo tersebut mengaku belum puas dan akan terus meningkatkan capaian Indonesia di kancah internasional. "Target saya EODB memang bukan (peringkat) 72, saya sudah perintahkan ke Menko Ekonomi (Darmin Nasution) targetnya (peringkat) 40 di tahun 2019," ujarnya.



Tak hanya itu, Presiden Jokowi juga membanggakan pertumbuhan ekspor di kuartal III 2017 yang mengalami kenaikan sangat fantastis. Selain ekspor, investasi juga dinilai sangat memuaskan.



"Dari sisi pengeluaran pertumbuhan ekonomi kuartal III, disumbang oleh ekspor barang dan jasa 17,27 persen, investasi besar 7,11 persen, ini sebuah angka yang menurut saya positif. Konsumsi lembaga non profit 6,01 persen, konsumsi Rumah Tangga 4,93 persen sedikit menurun, konsumsi pemerintah memang kecil 3,46 persen. Pertumbuhan tertinggi ada di informasi dan komunikasi 9,8 persen, jasa lainnya 8,71 persen," ungkapnya.



Sementara itu, penerimaan pajak pertambahan nilai (PPN) dalam negeri dari Januari hingga Desember adalah 12,1 persen atau, tumbuh 12,1 persen dibandingkan periode yang sama dua tahun lalu yang hanya 22,9 persen. "Artinya, kalau PPN tumbuh 12,1 persen disitu ada transaksi, ada kegiatan ekonomi yang dipotong PPN nya," jelasnya.



Kemudian, pada sektor pariwisata, jumlah turis di tiga kuartal 2017 mencapai 10,46 juta atau naik 25,05 persen dibanding periode sama 2016 yang hanya 8,36 juta.



"Nilai ekspor menurut saya juga sangat menggembirakan, Januari sampai September naik 17,36 persen atau USD 123,36 miliar dibanding periode sama 2016, ekspor non migas naik 17,37 persen mencapai USD 125,6 miliar. Ini sebuah catatan yang saya terima, ini sebuah rekor bahkan lebih tinggi pencapaiannya dibanding saat booming komoditas. Ini jadi catatan kita semuanya. Nilai impor barang konsumsi Januari sampai September naik 11,81 persen, bahan baku penolong 15,21 persen."


Disarankan ...

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post
 


ads here