Senin, 04 Desember 2017

Jokowi: Biar Tak Berantem Terus

Bruniq.com Bandung - Presiden Joko Widodo kembali membagikan sertifikat tanah, kali ini giliran untuk warga Kabupaten Bandung, Senin, 4 Desember 2017.

“Kenapa sertifikat sekarang menjadi program utama pemerintah? Karena setiap saya pergi ke desa, setiap pergi ke daerah, kelurahan ada sengketa tanah, sengketa lahan antar individu, individu dengan masyarakat, dengan tetangganya, masyarakat dengan masyarakat, masyarakat dengan perusahaan, masyarakat dengan pemerintah, karena gak pegang yang namanya sertifikat,” kata Jokowi di sela pembagian sertifikat tanah itu di Soreang, Kabupaten Bandung.


Jokowi mengaku, nyaris setiap kunjungannya kerap dibisiki soal sengketa tanah. “Kalau gak pegang ini gimana? Isinya orang berantem, orang sengketa. Ke desa saya dibisikin, ke daerah dibisikin, sengketa-sengketa,” kata dia.

Menurut Jokowi, hingga 2016 baru 46 juta orang dari seluruh warga Indonesia memiliki sertifikat tanah. Dalam setahun, BPN hanya menerbitkan 500 ribu sertipikat. “Ada 80 juta yang belum bersertifikat, kalau tahun-tahun lalu satu tahun hanya dikerjakan 500 ribu, berarti kalau tunggu itu, 160 tahun baru selesai," kata Jokowi.
"Saya gak mau. Oleh sebab itu, saya perintahkan targetnya 2025 semua orang harus pegang sertipikat. Caranya gimana? Terserah Kanwil BPN, terserah Kantor BPN. Rakyat harus dilayani yang namanya sertifikat,” kata dia.
Jokowi mengatakan, di Kabupaten Bandung baru 400 ribu tanah yang bersertifikat. “Masih ada 1,2 juta (bidang tanah) belum bersertipfikat di Kabupaten Bandung. Tadi sudah bisik-bisik ke Pak Menteri BPN, 2025 harus semua rampung. Kalau sudah pegang ini, enak, semuanya enak,” kata dia.

Jokowi mengatakan, tahun ini Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) diperintahkan menerbitkan 5 juta sertifikat tanah. “Tahun depan 7 juta sertifikat harus keluar. Tahun depan lagi 9 juta sertifikat harus keluar. Kantor BPN sekarang Sabtu-Minggu, Senin sampai Jumat, sampai malam terus, biar. Biar kapok. Rakyat memang harus dilayani,” kata Presiden.

Pada penerima sertifikat tanah, Jokowi memesan tiga hal. Pertama membungkusnya dengan plastik agar tidak cepat rusak, serta dibuat salinan foto kopinya yang disimpan terpisah agar saat yang asli hilang tidak repot membuat sertifikat baru. Terakhir, pesannya khusus bagi yang berniat mengagunkan tanahnya bermodal sertifikat tersebut. “Tolong dihitung dulu, dikalkulasi dulu, bisa ngangsur ndak setiap bulan. Bisa mencicil ndak setiap bulan,” kata Jokowi.

Menteri Agraria/Kepala BPN Sofyan Djalil mengatakan, ada 8.375 orang yang hadir menerima 10 ribu sertifikat tanah yang dibagikan di Soreang. “Sebagian menerima lebih dari satu sertifikat,” kata dia.

Sofyan mengatakan, perkiraan jumlah bidang tanah di Kabupaten Bandung mencapai 1,633 juta. Dari jumlah itu baru 24 persennya bersertifikat, atau setara 395.667 bidang tanah.
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, banyak tanah di Jawa Barat yang belum terdaftar dan belum memperoleh legalitas atas aset itu berupa sertifikat tanah. “Ini berpengaruh pada kepastian hukum,” kata dia.
Next article Next Post
Previous article Previous Post