Selasa, 05 Desember 2017

HEBOH!! Ini Cahyo Gumilar Sosok yang Berani Hina Jokowi di Medsos, Sebilah Pedang Jadi Bukti


Bruniq.com - Inilah sosok Cahyo Gumilar yang diduga kuat sebagai pelaku pengunggah foto Presiden Joko Widodo lalu mengeditnya dengan kalimat ujaran kebenjian di media sosial.
Pihak kepolisian akhirnya meringkus pemilik akun Cahyo Gumilar di media sosial yang melakukan tidak hanya ujaran kebencian namun juga berupa ancaman, teror, SARA dan penghinaan. 
Cahyo Gumilar merupakan pemilik akun yang melakukan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo, karena telah mengedit foto Jokowi yang sedang berlutut tampak dipegang oleh eksekutor terkenal keji Jihadi John dari ISIS.
Jihadi John merupakan pelaku sejumlah peristiwa berdarah karena melakukan pemenggalan terhadap tawanannya.
Bareskrim Polri menangkap Cahyo Gumilar di Jalan Benda XI, Blok C 21, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, Minggu, (3/12).
Barang bukti satu unit ponsel, laptop, hard disk, Handycam, dan kamera digital disita.

Postingan Cahyo Gumilar yang membuatnya ditangkap tim cyber Bareskrim Polri
Postingan Cahyo Gumilar yang membuatnya ditangkap tim cyber Bareskrim Polri ()

Wakabareskrim Irjen Antam Novambar dalam rilisnya, Selasa (5/12/2017) mengatakan melalui hasil interogasi sementara di lokasi, pelaku atas nama Cahyo Gumilar mengakui seluruh perbuatannya.
"Yang bersangkutanlah yang telah mengedit seluruh foto dan meng-upload-nya di dalam media Facebook miliknya," ujar .
Sementara itu polisi juga menyita satu buah pedang, satu buah bendera tauhid warna hitam, satu buah bendera Palestina, tiga buah bendera LPI, yaitu sayap juang FPI, satu rompi hitam bergambar bendera Palestina yang juga menjadi bukti.
Cahyo Gumilar merupakan pelaku yang selama ini mengunggah postingan bernada ancaman dan ujaran kebenjian.
Antam menerangkan Cahyo mengunggah konten yang diduga mengandung unsur hinaan, ancaman, dan ujaran SARA lantaran menilai hukum di Tanah Air berat sebelah.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 45A ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 dan atau pasal 45B juncto Pasal 29 Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi Elektronik dan Transaksi Elektronik dan atau 207 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.
"Selanjutnya akan dilakukan berita acara pemeriksaan secara mendalam serta koordinasi dengan saksi ahli untuk dapat atau tidaknya pelaku dilakukan penahanan," tuturnya.
Next article Next Post
Previous article Previous Post