Senin, 04 Desember 2017

GEMPAR!! Kejahatan Oknum Santri Ini Terekam CCTV, Ini Serangkaian Tindak Kriminal yang Dilakukan

Bruniq.com KEDIRI - Ridwan Andriyani (21) warga Kelurahan Dukunpuntang, Kecamatan Dukunpuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, dibekuk oleh polisi di Kota Kediri, Senin (4/12/2017).
Pria yang selama tiga bulan belakangan mondok di sebuah pesantren di Kota Kediri ini ditangkap lantaran melakukan sejumlah pencurian di sekitar kompleks masjid Al Maaruf, Perum BTN Rejomulyo. 

Barang-barang yang pernah dia curi adalah ponsel dan laptop.
"Kasus ini terungkap setelah petugas melacak jejak pelaku dari rekaman kamera CCTV yang ada di Masjid Al Maaruf Perum BTN Rejomulyo," ungkap Kompol Sucipto, Kapolsek Kota Kediri.
Sucipto mengatakan, dari penyidikan sementara ini, Ridwan mengaku sudah 4 kali mencuri laptop dan 8 kali mencui ponsel. Sebagian besar barang-barang itu telah dijualnya. 

Korban aksi pencurian yang dilakukan pelaku di antaranya, Thoriqul Hasan (21) mahasiswa STAIN Kediri warga Kandat, Kabupaten Kediri.
Kemudian rekannya, M Farid Makruf (21) mahasiswa tinggal di Jl BTN Rejomulyo, Kota Kediri, serta Abdul Hafidz (21) mahasiswa warga Desa Cengkok, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk.
Sementara barang bukti hasil kejahatan pelaku yang telah diamankan di antaranya, kotak kemasan ponsel Samsung Galaxy Note 5, kotak kemasan ponsel Xiaomi Note 4X, ponsel Samsung Galaxy Note 5, sebuah kotak kemasan laptop merk Asus, sebuah kotak kemasan laptop merk Axioo, serta sisa uang tunai hasil penjualan HP dan laptop senilai Rp 628.000.
Polisi mengatakan, kasus ini bermula dari laporan ketiga korban yang kehilangan HP dan laptop pada 24 November 2017.
Benda-benda itu, oleh para korbannya diletakkan di dalam kamar di areal Masjid Al Maaruf.
Korban Thoriqul Hasan sempat menanyakan hilangnya HP miliknya kepada Farid dan Hafidz. Namun ternyata HP kedua rekannya juga hilang.
Petugas kepolisian yang melakukan penyelidikan, mengamati rekaman kamera CCTV. 
Dari rekaman itulah terlihat Ridwan memasuki kamar korban. 
"Pelaku kami amankan saat bertemu rekannya di salah satu pondok pesantren di Kota Kediri," jelasnya.
Dari hasil interogasi petugas, pelaku mengaku telah mengambil barang milik korban pada saat korban tertidur dan pintu kamarnya tidak terkunci.
Total kerugian korban akibat aksi pelaku ditaksir sekitar Rp 18 juta.
Kompol Sucipto menjelaskan, tersangka bakal dijerat pasal 363 jo pasal 362 jo pasal 64 KUHP. Ancaman hukumannya 5 tahun penjara.
Sementara Ridwan Andriyani mengaku terpaksa mencuri untuk bersenang-senang dengan pacarnya. Sehingga kiriman dari orangtuanya masih kurang.
"Hasilnya untuk senang-senang," ungkapnya.
Sebelumnya Ridwan pernah dikeluarkan dari salah satu pondok pesantren yang ada di Gurah, Kabupaten Kediri karena ketahuan membawa ponsel di lingkungan pondok. 
Kemudian tersangka sejak tiga bulan terakhir pindah ke salah satu pondok pesantren di Kota Kediri hingga aksinya terungkap polisi.
Next article Next Post
Previous article Previous Post