Selasa, 12 Desember 2017

GEMPAR!! Buku SD Sebut Yerusalem Milik Israel, Ini Reaksi Kemendikbud

Bruniq.com JAKARTA - Kehebohan soal Yerusalem sebagai ibu kota Israelmerembet ke mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial (IPS) bagi kelas VI sekolah dasar (SD). Sebab, ada buku IPS keluaran penerbit Yudhistira menyebut Yerusalem sebagai ibu kota Israel

Bahkan, buku ajar yang mencantumkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel itu sudah menjadi viral karena fotonya menyebar melalui media sosial. Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), buku IPS terbitan Yudhistira itu dikeluarkan pada 2008.

Kepala Litbang Kemendikbud RI Totok Suprayitno menyatakan, sudah ada surat keputusan (SK) tentang buku ajar itu pada 2008. “Itu merupakan hasil penilaian dari Kemendikbud pada 2008 untuk menjalankan Kurikulum 2006," katanya di Jakarta, Selasa (12/12).

Meski demikian Totok merespons positif reaksi masyarakat soal materi dalam buku ajar yang menjadi kontroversi itu. Menurutnya, hal itu membuktikan masyarakat makin jeli dan kritis dalam menerima bahan pelajaran bagi anak didik.

"Artinya apa, ekosistem perbukuan jalan. Bahwa masyarakat peduli ada bahan ajar yang mungkin salah dikirim kepada anak-anak kita dan tidak diam. Nah, ini salah satu tanda yang baik. Jadi masyarakat peduli dan melaporkan ada koreksi melalui medsos," papar Totok.

Merujuk Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 8 Tahun 2016 tentang Buku yang Digunakan oleh Satuan Pendidikan maka buku pelajaran adalah sumber pembelajaran utama untuk mencapai kompetensi dasar dan kompetensi inti. Karena itu, buku yang hendak digunakan pada satuan pendidikan harus dinyatakan layak oleh Kemendikbud.

Karena itu Totok meminta pihak penerbit untuk meralat kesalahan informasi yang ada di dalam buku tersebut. "Buku itu agar tidak terus menerus salah, itu akan segera dilakukan ralat. Lalu yang sudah ada di website itu di-off dulu sementara sampai nanti ada koreksi," pungkasnya.



Next article Next Post
Previous article Previous Post