Jumat, 08 Desember 2017

Fadlizon Ungkap Isi Surat Perlindungan Hukum Novanto Kepada Presiden Isinya Singgung Jokowi Di pilpres 2019


Bruniq.com - Selembar surat yang diduga dikirim oleh Ketua DPR Setya Novanto untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) ramai diperbincangkan publik. Surat tersebut berisi permintaan Novanto untuk meminta perlindungan Presiden Jokowi dari kasus hukum yang tengah menjeratnya saat ini.

Dalam surat bertanggal 5 Desember 2017 itu juga disebutkan bahwa Novanto menilai kasus ini adalah upaya kriminalisasi karena keputusannya membawa Golkar untuk mencalonkan Jokowi pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

“Sesungguhnya peristiwa yang menimpa diri saya ini, bermuara pada keputusan dukung mendukung Presiden Republik Indonesia untuk Pemilu 2019. Oleh sebab itu, dapat diyakini bahwa ujung dari peristiwa kriminalisasi ini adalah untuk menggagalkan kepemimpinan Bapak sekarang maupun di masa yang akan datang,” demikian tertulis dalam surat tersebut.

Dalam surat itu juga tertulis komitmen Novanto sebagai ketua DPR untuk selalu memberikan dukungan pada program-program pemerintah.
“Di bawah kepemimpinan saya, DPR RI telah berusaha memberikan dukungan pada berbagai program pemerintah, meskipun tidak mudah menyatukan Pimpinan dan Anggota Parlemen. Namun demikian, saya telah berusaha sekuat tenaga sebagaimana komitmen untuk mendukung program pembangunan Bapak, demi kelancaran proses kepemimpinan saat ini dan di masa yang akan datang,” tulisnya.

Sejumlah pihak sempat meragukan keaslian surat tersebut. Namun, Wakil Ketua DPR Fadli Zon justru menduga surat itu memang asli dari Novanto.

Meski belum melihat langsung suratnya, namun Fadli mengaku kenal tanda tangan Novanto.

“Kalau melihat tanda tangannya, sepertinya tanda tangan Pak Novanto,” kata Fadli, Jumat (8/12/2017).‎

Fadli pun berharap Presiden Jokowi mau merespons surat itu.

“Kalau surat itu memang ditujukan kepada Pak Jokowi sebagai presiden, tentu Pak Jokowi mestinya merespons seperti apa,” tuturnya.‎‎

Menurut Fadli, tidak ada persoalan jika Novanto memang membuat surat tersebut. Baginya itu sah-sah saja. Sebab, Novanto memang sedang dalam posisi sulit, sehingga wajar jika meminta bantuan dan perlindungan hukum dari presiden. Terlebih, kata Fadli, selama ini Novanto memiliki kedekatan dengan Presiden Jokowi.

“Sah-sah saja kalau seseorang berusaha menjelaskan situasi yang tengah dihadapi, kemudian meminta bantuan hukum atau perlindungan hukum. Sebagaimana DPR banyak sekali menerima laporan semacam itu,” ucapnya.‎

“Hubungannya (dengan Presiden Jokowi, red) sangat dekat baik secara pribadi maupun kelembagaan. Yang menjadi penghubung DPR dengan presiden pada umumnya Pak Novanto,” tuturnya.

Soal bersalah atau tidaknya Novanto, menurut Fadli, tentu menjadi ranah pengadilan. Namun Novanto tetap berhak memperoleh keadilan.

Disarankan ...

Loading...

Next article Next Post
Previous article Previous Post