Senin, 04 Desember 2017

Fadli Zon Lebih Percaya Medsos Ketimbang Lembaga Survei

Bruniq.com Jakarta: Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra Fadli Zon mengaku lebih percaya melihat data di media sosial sebagai representasi keinginan masyarakat ketimbang lembaga survei. Medsos dinilai lebih akurat termasuk dalam menentukan seorang tokoh menjadi calon kepala negara.


"Sekarang ada yang namanya sosial media. Setiap individu punya otonomi terhadap sosial media," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Senin, 4 Desember 2017.


Meski metode yang digunakan bukan dalam teori survei, secara statistik data dari medsos dinilai cenderung akurat. Fadli berujar warganet yang ikut berpartisipasi jumlahnya lebih besar ketimbang sampel peserta yang digunakan lembaga survei.


"Seringkali survei (dari lembaga) sekarang ini bisa salah. Yang disurvei cuma 1.200 orang, tidak bisa mewakili 261 juta warga Indonesia," ujar Wakil Ketua DPR ini.


Fadli berkeyakinan perputaran data di medsos sangat strategis untuk menentukan langkah politik. Bahkan, ia telah melihat bukti penerapan metode terebut dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) DKI Jakarta. 


Kala itu, hasil survei pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno muncul dengan tingkat keakuratan hingga 97 persen. "Mereka (warganet) bisa menentukan dan biasanya lebih jujur bicara di sosial media," ucap Fadli.


Sebelumnya beberapa lembaga survei telah merilis nilai elektabilitas partai politik maupun tokoh yang akan diprediksi berlaga dalam bursa calon presiden dan wakil presiden Pemilu 2019. Terbaru, ada dua lembaga survei yakni Organisasi Kesejahteraan Rakyat (Orkestra) dan Indo Barometer dengan topik yang berkaitan.


Kedua lembaga survei menggunakan motode multistage random sampling dan dilakukan pada waktu yang tak jauh berbeda. Akan tetapi, hasil survei kedua lembaga ini tak memiliki kesamaan.


Survei Orkestra menempatkan Gerindra di posisi pertama. Sementara survei Indo Barometer, partai besutan Prabowo Subianto itu berada di urutan ketiga setelah PDI Perjuangan dan Partai Golkar.
Next article Next Post
Previous article Previous Post