Senin, 04 Desember 2017

Elektabilitas Prabowo Masih Jauh di Bawah Jokowi. Ini Kata Fadli Zon

Bruniq.com JAKARTA - Elektabilitas Prabowo Subianto masih berada jauh di bawah elektabilitas Joko Widodo, yang juga digadang-gadang akan berpartisipasi pada Pilpres 2019 sebagai Capres berstatus petahana.
Untuk menggali elektabilitas Prabowo yang merupakan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra, dan elektabilitas Joko Widodo atau Jokowi yang merupakan Presiden RI ke 7, Indo Barmoeter menggelar survei terhadap 1200 responden.
Survei tersebut digelar di 34 provinsi pada 15-25 November lalu, melalui metode multistage random sampling, dengan tingkat keterpercayaa 95 persen.
Melalui pertanyaan terbuka terkait pilihan calon presiden, mayoritas responden sebanyak 34,9 persen menyebut nama Jokowi.

Prabowo Subianto berada pada posisi kedua dengan 12,1 persen, diikuti oleh Anies Baswedan dengan 3,6 persen, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok 3,3 persen, Gatot Nurmantyo 3,2 persen dan Ridwan Kamil 2,8 persen.
Pada simulasi 16 nama, nama Jokowi masih berada di urutan teratas, denngan 41,8 persen. Prabowo Subianto berada di urutan kedua dengan 13,6 persen, Anies Baswedan 4,5 persen, Agus Harimurti Yudoyono (AHY) dengan 3,3 persen, Gatot Nurmantyo dengan 3,2 persen.
Pada simulasi dua nama, yakni Prabowo Subianto lawan Jokowi, elektabilitas Prabowo Subianto masih berada di bawah Jokowi dengan 20,8 persen, sementara Jokowi elektabilitasnya mencapai 50,9 persen.
Wakil Ketua DPP Partai Gerindra, Fadli Zon, di acara pemaparan hasil survei Indo Barometer, di Hotel Atlet Century Park, Jakarta Pusat, Minggu (3/12/2017), mengakui elektabilitas Prabowo Subianto memang seharusnya di bawah Jokowi, yang merupakan seorang Presiden RI.
Hal itu antara lain karena Prabowo Subianto memang relatif tidak melakukan banyak hal, untuk mendongkrak elektabilitasnya belakangan ini.
Sementara Jokowi sebagai presiden, bisa melakukan berbagai hal, dan aksi-aksinya akan selalu mendapatkan sorotan dari media.
"Meskipun tidak berkampanye dalam arti formal, itu berkampanye. Dalam arti yang lain, berkampanye tentang keberhasilannya, infrastruktur, bagi karto, bagi kaos, bagi sepeda dan sebagainya," ujarnya.
Namun idealnya seorang presiden, elektabilitas Jokowi seharusnya di atas 70 persen, sama seperti saat Presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yudoyono (SBY) menjelang Pilpres 2009.
Menurut Fadli Zon, masih banyak kesempatan yang bisa dimanfaatkan lawan Jokowi pada Pilpres 2019.
Next article Next Post
Previous article Previous Post