Minggu, 03 Desember 2017

Dikukuhkan Jadi Imam Besar Umat Indonesia, Bagaimana Kasus Hukum Habib Rizieq?



Ris
Bruniq.com  -  Ini tentang Habib Rizieq Shihab. Meski sosoknya tak berada di tanah air, nun jauh di seberang lautan sana, namun rupanya kecintaan para pengikutnya tak pernah luntur.  Bahkan dalam acara kongres alumni 212 yang dilaksanakan di Wisma PHI, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada 30 November sampai 1 Desember 2017 lalu, para pengikutnya setuju untuk mengukuhkan tokoh Front Pembela Islam (FPI) ini sebagai Imam besar umat di Indonesia.
Dalam kongres yang digelar sebelum Reuni Akbar Alumni 212 tersebut, tercetus maklumat untuk menguatkan dan berkomitmen kembali, seluruh alumni 212 menyatakan ikrarnya untuk mengangkat ‎al habib Muhammad Rizieq Husein Shihab sebagai Imam Besar Umat Indonesia,
Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Maarif di Monas, Sabtu (2/11/2017) menyatakan keputusan itu diambil dalam kongres Alumni 212 yang diikuti oleh perwakilan dari 22 provinsi. Sebagai tindak lanjut dari kongres itu disepakati akan membuat simpul-simpul di wilayah-wilayah 22 provinsi yang ada.
"Maklumat kami semua peserta kongres menguatkan kembali komitmen kembali seluruh alumni 212, Habib Rizieq sebagai imam besar umat Indonesia," katanya.
Tak sampai di situ saja, kongres tersebut juga meminta pemerintah untuk segera menghentikan kriminalisasi terhadap Rizieq. Sebab, kasus yang menimpa Rizieq mereka anggap manipulatif, penuh kebohongan, dan fitnah.  "Oleh karenanya, meminta dengan sangat kepada pemerintah menghentikan kriminalisasi kepada kita seluruh kasus yang dimanipulasi," jelasnya.
Maarif menambahkan, maklumat hasil kongres yang mengukuhkan Habib Rizieq Shihab sebagai Imam umat Indonesia itu akan disebarkan ke seluruh dunia dalam tiga bahasa. "Kami laporkan keputusan atau maklumat Jakarta dari hasil kongres, kami sudah perbanyak, dan nanti akan dibagikan dalam tiga bahasa, Arab, Inggris, dan Indonesia," tandasnya.
Pengangkatan terhadap Habib Rizieq mendapt tanggapan dari  Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak. Dia bilang, sah secara subjektif siapa saja bisa mengklaim mengangkat Imam Besar umat Indonesia. Silahkan siapa saja boleh dan bisa membuat klaim macam-macam, asal tetap menghadirkan akhlak yang tinggi dan tidak merusak citra umat Islam dan Indonesia secara keseluruhan," paparnya
"Imam itu adalah posisi yang sangat terhormat dan diikuti, akhlaknya elok dan patut di teladani, secara subyektif saudara-saudara saya yang berkumpul itu mengangkat Habib Rizieq ya silakan tidak perlu diperdebatkan," dia melanjutkan.
Namun demikian, kata Dahnil, warga Muhammadiyah memiliki imam sendiri, yakni KH Haedar Nashir. "Tentu bisa juga menyebut KH Haedar Nashir sebagai Imam Umat Indonesia, namun tentu itu subjektifitas warga Muhammadiyah," jelasnya.
Seperti diketahui, hingga kini Habib Rizieq masih berada di Arab Saudi. Polisi sudah menetapkan Rizieq Shihab sebagai tersangka dalam kasus dugaan percakapan berkonten pornografi pada Senin 29 Mei 2017 bersama Firda Husein. Sebelum jadi tersangka, ia melakukan umrah ke tanah suci, Mekkah, Arab Saudi.
Sejak umrah tersebut,  Habib Rizieq belum kembali lagi ke Indonesia. Sementara polisi masih menunggu Habib Rizeq pulang untuk melengkapi berkasnya. Janji Habib Rizieq Shihab untuk kembali ke tanah air tak kunjung datang, meski kuasa Hukum Rizieq Shihab, Sugito Atmo Pawiro menyatakan, kliennya bakal tiba di Indonesia pada akhir bulan September usai menjalani ibadah haji.
Tak hanya terjerat kasus mesum, Habib Rizieq juga tengah tersandung beberapa kasus di kepolisian, antara lain kasus  dugaan penodaan simbol negara yang dilaporkan oleh Sukmawati Soekarno Putri. 
Rizieq dijerat Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 9 juncto Pasal 34 Undang Undang RI nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.
Next article Next Post
Previous article Previous Post