Sabtu, 25 November 2017

TELAK!! Gunakan Akun Berwajah Ibu Negara untuk Tebar Kebencian, Akhirnya Digelandang Polisi

JAKARTA – Memasang foto istri Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakni Ibu Negara Iriana untuk menebar kebencian, seorang pria bernama Hazbullah (38) digelandang Satuan Siber Bareskrim Mabes Polri. Pria paruh baya tersebut dibawa polisi dari kediamannya di Jalan Suka Aman Cicadas, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Selasa 21 November 2017 malam.


Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran menerangkan, pelaku ditangkap atas dugaan perbuatan ujaran kebencian (hate speech) dan SARA. Hazbullah diciduk di kediamannya malam kemarin.


"Kemarin malam sekitar pukul 22.00 WIB, karena berbagai konten yang diunggahnya sehingga meresahkan para netizen. Pelaku menggunakan akun Facebook atas nama Fajrul Anam," ungkapnya, Rabu (22/11/2017).


Bahkan, ungkap dia, pelaku penebar ujaran kebencian tersebut menggunakan wajah istri dari Presiden Jokowi. "Profile picture wajah Ibu Iriana Jokowi untuk menyebarkan ujaran kebencian, SARA, penghinaan terhadap Presiden, Ibu Iriana Jokowi, tokoh-tokoh masyarakat, dan hoax yang memprovokasi," ujarnya.


Saat digelandang, lanjut Fadil, dari tangan pelaku, petugas mengamankan beberapa barang bukti yang digunakan untuk melancarkan aksinya. "Dari tangan pelaku, Satgas Siber menyita barang bukti 1 unit HP Samsung Galaxy GTS, 2 sim card Axis dan Telkomsel, paspor, serta KTP atas nama Hazbullah," ungkap dia.


Selanjutnya, tutur Fadil, dalam perangkat yang disita petugas tersimpan sejumlah ujaran kebencian dalam berbagai bentuk. Tersangka juga sudah mengakui dengan sengaja membuat empat akun media sosial Facebook yang semuanya menggunakan wajah Ibu Negara Iriana untuk menyamarkan identitasnya dan mendistribusikan berbagai konten terlarang ke beberapa grup yang dimiliki.
"Penyidik masih terus mendalami Motif tersangka melakukan kejahatan tersebut," ujar Fadil.
Ia menambahkan, atas perbuatannya kini pelaku terancam hukuman 6 tahun penjara karena konten-konten unggahannya yang menurut ahli terlarangan. Hal itu sebagaimana dijelaskan dalam UU ITE, Pasal 45 Ayat (2) juncto Pasal 28 Ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 16 juncto Pasal 4 (b) 1 UU Nomor 40 Tahun 2006 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

"Saat ini Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri masih melakukan pemeriksaan mendalam terkait keterlibatan tersangka dalam jaringan hate speech lainnya, termasuk pengembangan terhadap pelaku lainnya. Dengan pengungkapan ini, masyarakat diimbau lebih cerdas, bijak, dan bermartabat dalam menggunakan media sosial agar keutuhan bangsa dapat terus terjaga," tandasnya.
Next article Next Post
Previous article Previous Post