Senin, 06 November 2017

Tegas!! KPK minta Novanto tak bawa nama Jokowi saat akan diperiksa. Setuju?

Bruniq.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menerima surat dari Setjen dan Badan Keahlian DPR RI terkait dengan pemanggilan Ketua DPR-RI, Setya Novanto untuk jadi saksi dengan tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudiharjom dalam kasus proyek e-KTP. Juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan pihaknya akan mempelajari lebih dahulu alasan Setya Novanto mangkir dari pemeriksaan.


"Pertama tentu harus kita baca dan pelajari lebih dulu. Kedua apakah isi surat tersebut dibuat dengan sepengetahuan saksi SN, kita tidak tahu," kata Febri di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin (6/11).


Dia menjelaskan dalam surat tersebut perlu dikaji karena alasannya adalah merujuk pada Pasal 245 ayat (1) Undang-Undang Nomor 17/2014 MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3 yang harus ada izin Presiden.


"Bagi KPK sebenarnya pelaksanaan tugas yang kita lakukan sebaiknya tetap diletakan di koridor hukum dan Presiden, saya kira punya tugas yang jauh lebih besar. Jadi jangan sampai kemudian ketika itu tidak diatur Presiden juga ditarik-tarik pada persoalan ini," ungkap Febri.

Febri juga menjelaskan sebelumnya pihak KPK telah menerima surat mangkirnya Setya Novanto lantaran alasan tengah turun ke konstituen di masa reses DPR. Surat tersebut diterima pihak KPK dengan ditandatangani Setnov sendiri. Oleh karena itu, pihaknya akan mempelajari lagi terkait alasan Setnov kali ini.

"Jadi ini adalah alasan yang baru dan kita perlu baca aturan-aturan yang diatur uu MD3 dan putusan MK tersebut," ungkap Febri.


Febri juga mengingatkan kepada semua pihak termasuk Setya Novanto agar tidak menghambat penyelidikan kasus proyek e-KTP. Lalu, seharusnya para pihak tersebut bisa menghargai proses hukum.

"Sejauh ini kita berharap semua pihak tidak mempersulit penanganan perkara yang sedang ditangani oleh KPK itu kita sampaikan kepada semua pihak, apalagi UU sebenarnya sudah cukup jelas mengatur hal tersebut," tambah Febri.

Namun Febri belum bisa menjelaskan terperinci terkait apakah akan melayangkan surat panggilan ketiga dan disertai penjemputan paksa untuk Setya Novanto. Untuk saat ini, kata dia pihaknya sedang mempelajari surat mangkirnya Setnov selama dua kali. "Kita masih pelajari dua surat dan respon sejauh ini," ungkap Febri. 
Next article Next Post
Previous article Previous Post