Senin, 27 November 2017

Sekjen PDIP Sindir "Politik Outsourcing" SBY. Bilang Begini...

Bruniq.com Jakarta - Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyindir politik outsourcing Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam kasus diusungnya Bupati Trenggalek, Emil Dardak yang merupakan kader PDI-P sebagai calon gubernur (cagub) Jawa Timur (Jatim) oleh Partai Demokrat.


"Bapak Susilo Bambang Yudhoyono menerapkan politik outsourcing. Kami tidak terpancing. Kami tetap setia pada jalan kaderisasi karena itu juga menunjukkan track seorang pemimpin," kata Hasto, Minggu (26/11).


Namun, ia menegaskan bahwa mekanisme partai sudah berjalan dengan mengeluarkan sanksi untuk Emil Dardak. Untuk itu, dikatakannya PDIP tidak akan merasa terancam. Sebaliknya, menjadi tantangan tersendiri menghadapi atau melawan Demokrat dalam kontestasi pemimpin di Jatim.


"Kami menampilkan kontestasi yang menarik. Apalagi kami katakan berkontestasi dengan Demokrat di Jatim buat kami itu seni tersendiri dalam strategi," ungkapnya.


Belum Pantas

Lebih lanjut, Hasto mengungkapkan bahwa tidak diusungnya Emil dalam kontestasi di Jawa Timur karena mempertimbangkan mentalitas, pengalaman, kinerja dan suara masyarakat.
Dalam pandangannya, secara tidak langsung, Emil yang baru dua tahun mengabdi di Trenggalek belum cukup pengalaman dan belum cukup menunjukkan kinerjanya sesuai janjinya kepada partai sehingga diusung, yaitu mengeluarkan Trenggalek dari keterisolasian.


Ketika dicoba membandingkan dengan Joko Widodo yang diusung PDIP menjadi calon presiden (capres) padahal baru dua tahun mengabdi di DKI Jakarta, Hasto menegaskan bahwa Emil dan Jokowi berbeda.


Jokowi, paparnya, sudah dua periode menjadi Wali Kota Surakarta sebelum menjadi Gubernur DKI Jakarta. Oleh karena itu, dianggap telah memiliki pengalaman yang cukup. Ditambah lagi, adanya dorongan dari masyarakat yang kuat akan sosok Jokowi.
Sebagaimana diketahui, Emil Dardak maju sebagai calon wakil gubernur (cawagub) Jatim mendampingi Khofifah Indar Parawansa. Padahal, Emil adalah kader PDIP. Pasangan itu akan berhadapan dengan pasangan Syaifullah Yusuf-Abdullah Azwar Anas yang didukung oleh PDIP.


‎Khofifah-Emil resmi diusung Partai Demokrat (PD) setelah keduanya bertemu dengan Ketua Umum SBY. Hal ini kembali mengulang sejarah pembajakan kader PDI Perjuangan oleh PD. Salah satu yang sempat kontroversi adalah Gamawan Fauzi, mantan gubernur Sumatera Barat usungan PDI Perjuangan, dirayu untuk mendukung SBY, dan belakangan menjadi Menteri Dalam Negeri.
Next article Next Post
Previous article Previous Post