Senin, 27 November 2017

Mengejutkan!! Viral di Medsos, Ada Kuisioner Janggal Jelang Pilgub Jateng, menyebut kasus e-KTP, Sudirman Said hingga Ganjar Pranowo

Bruniq.com Semarang - Lembar kuisioner menjadi viral di media sosial karena dinilai janggal dengan menyebut soal sejumlah kasus antara lain e-KTP dan 'papa minta saham'. Bahkan ada dua nama tokoh yang disebut dalam kuisioner soal respon masyarakat terkait kinerja pemerintah Jawa Tengah.


Ada 3 halaman yang tersebar di media sosial salah satunya twitter. Sebuah akun twitter memposting 3 halaman itu dengan keterangan, 'Nemu lembaran2 kuisioner yang disebar didesa2, judulnya Persepsi Sosial Kemasyarakatan Terhadap Kinerja Pemerintah Jateng. Buat orang yg tidak paham politik mungkin menganggap ini wajar, tapi untuk yang paham pasti merasa ada yg janggal'.


Dalam 3 lembar tersebut, pada soal nomor P35 muncul pertanyaan pilihan ganda yang menanyakan soal sosok mantan Menteri ESDM, Sudirman Said. Kemudian di bawahnya memasuki soal dengan isu sosial politik aktual.

Viral di Medsos, Ada Kuisioner Janggal Jelang Pilgub Jateng(Foto: medsos)

Dalam isu tersebut, diawali dengan pertanyaan nomor P36 terkait kepemilikan e-KTP kemudian dilanjut soal pemahaman proses tender e-KTP hingga pada soal P39 muncul pertanyaan apakah responden percaya Ganjar Pranowo terlibat kasus e-KTP.


Nama Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, kembali disebut pada soal P48 yang membahas pabrik semen di Rembang. Dalam pertanyaan itu responden diminta opini terkait sikap Ganjar dalam pembangunan pabrik semen di Rembang.


Uniknya, pada pertanyaan nomor P51, tiba-tiba ditanyakan apakah responen masih ingat terkait kasus 'papa minta saham'. Hal itu dianggap janggal karena tema kuisioner adalah seputar kinerja pemerintahan Provinsi Jawa Tengah.

Viral di Medsos, Ada Kuisioner Janggal Jelang Pilgub Jateng(Foto: medsos)

Akun twitter Ganjar juga sempat di-mention oleh komentator yang membaca postingan tersebut. Ganjar pun menanggapi santai soal namanya yang dicatut dalam kuisioner itu.

"Wis ben (biarkan saja). Mungkin ada orang yang ingin memanfaatkan itu. Lihatnya tendensius. Wis benke wae (sudah biarkan saja)," kata Ganjar kepada detikcom di gedung Gradhika Bakti Praja, Senin (27/11/2017).

Sementara itu Sudirman Said mengaku tidak bisa banyak berkomentar karena memang postingan viral tersebut belum menjelaskan siapa yang membuat atau memberikan kuisioner.

"Saya tidak bisa komentar. Surveinya saya tidak tahu, isinya juga tidak tahu," pungkas Sudirman. 
Next article Next Post
Previous article Previous Post