Senin, 27 November 2017

MENGEJUTKAN!! Fredrich Yunadi Tuding KPK Lakukan Hal 'Membahayakan', Pelakunya Bukan Satu-Dua Orang

Bruniq.com - Fredrich Yunadi mengungkapkan pernyataan mengejutkan yang menyudutkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal tersebut disampaikan ketika diwawancarai Najwa Shihab, Jumat (24/11/2017).
Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW, Donal Fariz, juga hadir dalam wawancara tersebut.

Kepada Najwa Shihab, Jumat (24/11/2017), Fredrich mengatakan KPK sedang melakukan cyber war di tengah menghangatnya kasus e-KTP yang menjerat kliennya Setya Novanto.

"Suatu berita kalau digulung, ya, saya lihat ada cuplikan-cuplikan yang dimasukkan ke Youtube. Kemudian judulnya dibikin yang nggak-nggak. Sedangkan orang itu akan terpengaruh judulnya. Tidak melihat isinya," kata Fredrich.
"Itu yang sangat membahayakan. Jadi itu saya bilang itu cyber war. Jadi dilakukan oleh mereka," lanjutnya.
Ketika ditanya siapa 'mereka' yang melakukan cyber war, Fredrich langsung mengatakan, KPK.

"Karena kita tahu belakangnya siapa. Kita lari kemana kink-linknya bisa kita baca. IP-nya bisa kita lacak," sambung Fredrich.
Fredrich mengatakan mempunyai teman yang ahli mengenai cyber war.
"Ini tidak bisa dilakukan satu-dua orang. Ini ratusan orang," katanya mengulang perkataan temannya.
Fredrich juga mengatakan KPK mendapat banyak dukungan dari LSM, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Dilansir dari Kompas.com, Jumat (17/11/2017), KPK telah melakukan penahanan untuk Setya Novanto dimulai 17 November 2017 hingga 6 Desember 2017.
KPK melakukan penahanan karena berdasarkan bukti yang cukup, Novanto bersama pihak lainnya diduga melakukan korupsi pada proyek e-KTP.
Selengkapnya, cuplikan wawancara dapat disaksikan di SINIdimulai dari detik ke-34.
Cerita jilbab pink Novanto
Ada cerita unik yang tersirat ketika Ketua DPR Setya Novanto dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo pada 17 November silam.
Ya, ketika keluar dari Rumah Sakit Medika Permata Hijau, tersangka kasus dugaan korupsi KTP elektronik tersebut dibawa menggunakan velbed.
Setya Novanto tampak tertidur, mengenakan selimut sambil dikerumuni pihak keluarga, kerabat serta awak media yang sibuk mengambil gambar.
Ada hal yang menarik perhatian publik, yakni kerudung merah muda yang dikenakan Setya Novanto saat keluar rumah sakit.

Ternyata, ada kisah di balik kerudung seperti yang dituturkan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi saat diwawancarai Najwa Shihab di akun Youtube 'Najwa Shihab'.
Ketika wawancara, terdapat foto Setya Novanto saat dievakuasi menggunakan velbed, dalam kondisi tertidur dan kepala dibungkus jilbab berwarna pink.
"Ini kenapa harus dibungkus kerudung gitu ya pak?" tanya Najwa sambil menunjuk foto tersebut dalam rekaman yang diunggah pada 24 November 2017.

Fredrich Yunadi mengatakan Setya Novanto dikerudungi atas permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Menurut Fredrich Yunadi, permintaan KPK itu untuk mengkamuflase Setya Novanto seolah-olah dia adalah wanita guna mengelabui wartawan.

Ketua DPR Setya Novanto dibawa keluar dari Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta, Jumat (17/11/2017). Setya Novanto dibawa ke RSCM untuk tindakan medis lebih lanjut.



"Jadi gini, dari KPK meminta coba kita kamuflase seolah-olah dia itu cewek. Malah tanya bapak (Setya Novanto) keberatan gak, dia kan tidur dibangunin, lalu ibu (istri Setya Novanto) bilang gak apa-apa," ujar Fredrich.
Fredrich mengatakan jilbab yang dikenakan Setya Novanto tersebut merupakan milik istrinya, Deisti Astriani Tagor.

"Itu jilbab ibu yang diturunin, ditutupin. Mukanya (Setya Novanto) ditutupin segini (sambil kedua tangan menunjuk dagu)," ujar Fredrich.
Najwa pun bertanya, "tapi kan semua wartawan sudah tahu itu pak setya novanto yang dipindahkan? Dari awal itu gak pake kerudung kok pak?"
Lalu Fredrich menjawab, "itu kan kita lewat jalur evakuasi. Enggak-nggak itu seribu persen bohong. dari kamar sudah pakai kerudung kok."
"Jadi dari awal sudah dikamuflase seolah-olah cewek?" tanya Najwa, memastikan.
"Iya, kita keluarnya jalur evakuasi. Wartawan sampai bingung. Itu ide KPK dan saya setuju karena demi keamanan," ujar Fredrich.

Fredrich pun mengatakan bahwa saat dibawa tersebut, Setya Novanto dalam kondisi tidur.
"Beliau ini gulanya tinggi. Jika orang penyakit gula, kalau sampai 500 menyerang syaraf. Dia saat ngobrol dan memimpin rapat pun bisa tidur," ujar Fredrich.
Pernyataan tersebut bisa diakses di SINI pada menit 16:26
Fee Fredrich dari Setya Novanto
Barangkali netter pun penasaran, sebenarnya berapa sih bayaran yang diterima Fredrich Yunadi hingga mati-matian membela Setya Novanto?
Dalam wawancara dengan Najwa Shihab yang dipublikasikan di chanel YouTube, Najwa sempat menanyakan seputar fee tersebut kepada Fredrich.
Lalu apa jawaban Fredrich?
Dalam kesempatan itu ia mengatakan bahwa mengenai nominal, hal itu tetaplah rahasia.

Namun ketika ditanya apakah mahal? Fredrich menjawab tidak.
"Enggak (mahal). Saya waktu bela pak BG saya nggak dikasih apa-apa," jawab Fredrich.
"Gratis? Dapat apa?'" tanya Najwa.
"Iya. Dapat nama. Saya dihormati oleh seluruh institusi polisi karena saya menyelamatkan mukanya polisi," jelasnya.
Di Catatan Najwa, Fredrich Yunadi juga berbagi soal gaya hidupnya yang suka kemewahan dan bagaimana dia memenangkan berbagai kasus hukum yang ditangani.
Next article Next Post
Previous article Previous Post