Senin, 27 November 2017

LUAR BIASA!! Begini Progres 3 Proyek Bendungan Jokowi di Sumbawa

Bruniq.com Sumbawa - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini tengah menyelesaikan 3 bendungan baru di Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. 3 Bendungan itu yakni bendungan Tanju dan Mila di Kabupaten Dompu dan Bintang Bano di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). 

Kehadiran infrastruktur yang dibangun dengan biaya besar tersebut salah satunya bertujuan meningkatkan produksi padi Pulau Sumbawa. Saat ini produksi padi berkisar 3-4 ton/ha dan ditargetkan menjadi 5-6 ton/ha untuk padi konvensional dan 8-10 ton/ha dengan metode SRI (system of rice intensification).


Pembangunan ketiga bendungan tersebut merupakan bagian dari program pembangunan 65 bendungan pada 2015-2019. Program tersebut merupakan bagian dari Nawa Cita Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla mewujudkan ketahanan air dan kedaulatan pangan nasional. 

 Melihat Progres 3 Bendungan Baru di Pulau SumbawaFoto: Progres 3 Bendungan Baru di Pulau Sumbawa (Dok. Kementerian PUPR)


Saat meninjau progres konstruksi Bendungan Bintang Bano minggu lalu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan akhir 2018 bendungan itu sudah rampung. Pada awal 2019 sudah dapat dilakukan penggenangan dan segera dirasakan manfaatnya. Progres konstruksi saat ini sudah 55,4% dengan kapasitas tampungan 65,84 juta meter kubik, yang akan menjadi yang terbesar di Provinsi NTB. 

Untuk Bendungan Tanju ditargetkan akan bisa dilakukan penggenangan pada akhir 2017 dan Bendungan Mila pada 2018. Pembangunan kedua bendungan tersebut merupakan bagian dari Sistem Irigasi Rababaka Kompleks (SIRK).

 Melihat Progres 3 Bendungan Baru di Pulau SumbawaFoto: Progres 3 Bendungan Baru di Pulau Sumbawa (Dok. Kementerian PUPR)


Rababaka sendiri merupakan nama sungai besar di Kabupaten Dompu yang cukup potensial untuk pengembangan pertanian beririgasi teknis di wilayah Kabupaten Dompu. Namun karena keterbatasan lahan, maka potensi air yang relatif besar tersebut hanya dimanfaatkan untuk mengairi Daerah Irigasi (DI) Rababaka eksisting seluas 1.689 hektare. Selebihnya tidak termanfaatkan dan terbuang ke laut hingga 40 juta meter kubik per tahun. 

 Melihat Progres 3 Bendungan Baru di Pulau SumbawaFoto: Progres 3 Bendungan Baru di Pulau Sumbawa (Dok. Kementerian PUPR)


Sementara itu, di sebelah kanan Sungai Rababaka terdapat Sungai Tanju dan Sungai Mila yang memiliki aliran (inflow) kecil namun areal irigasi relatif luas areal lebih dari 2.350 hektare dan kerap kekurangan air pada musim kemarau. 

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Kementerian PUPR melalu Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara 1 melakukan pengelolaan ketiga sungai tersebut dalam satu sistem yakni Sistem Irigasi Rababaka Kompleks. 

Tujuan dari pekerjaan ini adalah menangkap dan mengalirkan air dari Sungai Rababaka sebesar 3,2 m3/dt dengan cara membagi kapasitas air melalui saluran interbasin ke Sungai Mila untuk mengisi tampungan Bendungan Mila sebesar 1,3 m3/detik. Sebagian lagi dialirkan ke Sungai Tanju sebesar 1,9 m3/detik yang ditampung oleh Bendungan Tanju. 

Pembangunan kedua bendungan merupakan bagian dari SIRK. "Bendungan Tanju dan Mila tidak akan optimal tanpa adanya saluran interbasin," kata Basuki dalam keterangan tertulis dari Kementerian PUPR, Senin (27/11/2017). 

 Melihat Progres 3 Bendungan Baru di Pulau SumbawaFoto: Progres 3 Bendungan Baru di Pulau Sumbawa (Dok. Kementerian PUPR)

Kapasitas tampung Bendungan Tanju 18,4 juta meter kubik yang akan mengairi area irigasi baru seluas 2.350 hektar dan sumber air baku 50 lt/detik untuk sekitar 4.000 ribu sambungan rumah. Bendungan Mila berkapasitas 6,1 juta meter kubik yang akan dimanfaatkan untuk meningkatkan intensitas tanam khususnya musim tanam III pada DI Rababaka seluas 1.689 hektare. 

Di samping bendungan, juga dibangun Bendung Pengalih, saluran interbasin sepanjang 17 km dan bangunan pembagi aliran air ke masing-masing bendungan. Terdapat 2 terowongan yang dibangun yakni terowongan I berada sebelum Bendungan Mila sepanjang 662 meter. Terowongan II dibangun sebelum Bendungan Tanju sepanjang 1,7 km dengan diameter keduanya 3 meter. 

Untuk terowongan I saat ini sudah berhasil tembus. Namun untuk perkuatan dindingnya (pembetonan) akan dilakukan pada 2018 bersamaan dengan konstruksi Terowongan II. 

Poyek Pembangunan Bendung Pengalih dan Saluran Interbasin untuk Bendungan Tanju dan Bendungan Mila dikerjakan oleh PT Nindya Karya (persero) secara multiyears 2013-2018 dengan alokasi anggaran Rp 348,5 miliar. Alokasi anggaran 2017 sebesar Rp 119,1 miliar dengan penyerapan keuangan pada Oktober 93% dan progres fisik 98%. 
Next article Next Post
Previous article Previous Post