Senin, 27 November 2017

KETIKA ANIS DAN KEBAHAGIAAN WARGA JAKARTA. Menurut Anda?

Bruniq.com Masyarakat Jakarta serasa beruntung hidup di jaman now, apalagi setelah terpilihnya Anis sebagai orang nomor satu di sana. Mereka semakin sering disuguhi cerita-cerita seru mengenai sepak terjang orang nomor satu di DKI tersebut. Saya yakin mereka semua semakin bahagia dengan lawakan-lawakan yang senantiasa diciptakan segar, momen demi momen.
Belum hilang kaget warga dengan lawakan pribumi, muncul pula lawakan kolam ikan, belum selesai tawa warga membayangkan kolam ikan yang akan lebih bagus dari kolam monas, muncul lagi lawakan baru tentang pemburu tikus. Begitu seterusnya, berkesinambungan tanpa jeda yang berarti.
Dari beberapa lawakan Anis, saya ingin menulis opini tentang rencana Anis menambah jumlah anggota TGUPP (Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan) menjadi 74 orang.
Saya menduga, Anis menyampaikan rencana penambahan anggota TGUPP ini adalah untuk memberikan kebahagiaan baru lagi kepada warganya. Minimal ada dua jenis warga yang menjadi berbahagia dengan rencana ini. Pertama, warga yang terpilih menjadi TGUPP. Bagaimana tidak bahagia, mereka diberi gaji tinggi, diberi seragam sama seperti PNS lainnya, dan diberi wewenang untuk mewakili gubernur. Kedua, kebahagiaan warganya yang dibantu dengan sangat maksimal oleh keberadaan tim ini, yaitu warga kelas satu dan dua, Anis dan Sandi. Bayangkan, jika dengan jumlah TGUPP yang hanya 9 orang saja pada masa Ahok, sudah dapat membuat Jakarta semakin diperhitungkan dunia, bagaimana dengan 74 orang. Wah, saya pikir, Jakarta bisa melampaui kemegahan Dubai lima tahun mendatang.
Anies mengatakan, semua orang yang akan bekerja dengan gubernur harus memiliki surat keputusan (SK) pengangkatan. Dengan begitu, Anies menyebut orang yang bekerja membantunya bisa mempertanggungjawabkan pekerjaan mereka.

Anies menjelaskan, jika tidak ada SK pengangkatan, status mereka akan dipertanyakan saat mewakili gubernur bertemu berbagai pihak. Anies tidak ingin hal itu terjadi pada masa pemerintahannya.
Dengan meminjam kosa kata yang sering disampaikan Anis, kata kunci, jadi yang menjadi kata kunci dari opini ini ada beberapa jenis.
Anggota TGUPP yang diberikan tanggung jawab berdasarkan SK
Sepintas lalu, tidak ada yang salah dengan kalimat ini. Memang semua orang mesti bertanggung jawab dengan apa yang diembannya. Tapi hati-hati, bila seseorang diberikan tanggung jawab atas apa yang sebenarnya menjadi tanggung jawab orang lain, bisa jadi itu hanya menjadi tameng kelak.
Kita coba sepakati dulu, yang bertanggung jawab terhadap Jakarta adalah gubernur. TGUPP tidak bertanggung jawab kepada warga Jakarta. TGUPP seyogianya akan bertanggung jawab kepada gubernur karena dia yang pilih, dengan SK ataupun tanpa SK. TGUPP tidak akan berani lari dari tanggung jawab walaupun dia tidak dibuatkan SK. Benar, bukan? Kalau dia tidak sesuai dengan harapan gubernur, ya, tinggal diberhentikan, tanpa perlu susah-susah dengan urusan administrasinya.
Namun akan berbeda bila dibuatkan SK atas pengangkatannya, disertai dengan detail pekerjaannya. Bila TGUPP tidak sesuai dengan harapan, untuk memberhentikan akan perlu tenaga ekstra. Mulai dari pembatalan SK, pengambilan seragam, serah terima tugas. Repot juga ya? Saya menduga, ini hanya satu cara untuk menutupi ketidakmampuan Anis dalam memimpin.
Ada dua kemungkinan yang terlintas dalam pikiran liar saya. Kesatu, Anis sedang mencari opsi kambing hitam, bila ternyata nanti banyak janji kampanye yang tidak bisa dicapai, maka kemungkinan alasannya adalah bahwa TGUPP belum mengeluarkan rekomendasi yang pas. Anis sudah berbagi tanggung jawab dengan TGUPP. Jadi bila nanti ada yang menuntut ini itu, maka itu semua tidak boleh dituntut ke Anis sendiri, namun juga menjadi tanggung jawab TGUPP, karena mereka diangkat berdasarkan SK, lengkap dengan detail tugas-tugas mereka.





Atau, Kedua, Anis hanya sedang mengakomodasi pihak-pihak yang dulu mendukungnya dalam masa kampanye, ya?
Anggota TGUPP dapat mewakili gubernur bertemu berbagai pihak
Perhatikan bagaimana wacana TGUPP yang dapat mewakili gubernur bertemu berbagai pihak. Apakah maksudnya 74 orang ini adalah wakil gubernur, selain Sandi? Berarti wakil Anis ada 75 orang? Atau, maksudnya TGUPP dapat mengambil alih posisi seorang gubernur untuk bertemu berbagai pihak?
Apakah dalam pikiran Anis, TGUPP akan diagendakan bertemu dengan pihak-pihak penting, sehingga status mereka akan ditanyakan oleh orang-orang penting tersebut? Anis memberikan wewenang kepada TGUPP untuk membahas agenda penting dengan orang-orang penting? Lalu dimana fungsi Anis sebagai gubernur, dan dimana fungsi Sandi sebagai wakil? O, ini namanya berbagi tanggung jawab. Ya, berbagi tanggung jawab dengan orang yang tidak pernah dipilih oleh 58% warga Jakarta. Hebat!
Kapasitas seorang Anis
Dulu saat masih kecil, dengan teman sepermainan, saya sering mencari keseimbangan dalam setiap permainan. Misalnya, bila ada agenda ingin bermain sepak bola, namun teman yang tersedia tidak pada usia yang sama, maka kami sepakat, bisa jadi 3 orang remaja akan melawan 7 orang pra remaja. Mengapa, karena kemampuan 3 orang remaja ini dalam bermain bola, sejajar dengan 7 orang yang masih kecil-kecil.
Begitu juga dengan Anis, kapasitas Anis dibandingkan kepemimpinan sebelumnya dapat kita simpulkan dalam hitungan matematika dasar 74+2 berbanding 9+2. Angka 74 dan 9 adalah jumlah TGUPP, sedangkan angka 2 adalah gubernur dan wakilnya. Jumlah 74+2 adalah 76, Jumlah 9+2 adalah 11. 76:11 = 6,9. Artinya 6,9 orang seperti Anis, sebanding dengan 1 orang pemimpin sebelumnya.
Kebahagiaan Warga Jakarta
Namun bagaimanapun, apapun, yang dilakukan oleh Anis, semua tentu untuk kebahagiaan warga Jakarta. Saya yakin warganya akan bahagia, karena sudah bisa memberikan lapangan kerja baru kepada 74 orang, dengan gaji yang mungkin berkali-kali lipat dari penghasilan warga tersebut.
Begitulah keadilan, tidak semua harus mendapatkan hasil yang sama. Mungkin begitulah keberpihakan.
Referensi:

Next article Next Post
Previous article Previous Post