Sabtu, 25 November 2017

INGAT!! Jokowi: Uang Pendidikan Anak Jangan Digunakan untuk Beli Rokok atau Pulsa

Bruniq.com  MEDAN - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menyerahkan Kartu Indonesia Pintar ( KIP) kepada 1.268 pelajar yatim dan bantuan Program Keluarga Harapan ( PKH) kepada 500 warga Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Jokowi mengingatkan agar bantuan-bantuan yang digulirkan pemerintah pusat seperti KIP benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan pendidikan anak.

“Uang itu untuk keperluan sekolah. Boleh dibelikan tas, sepatu, buku atau untuk menambah gizi anak seperti ikan dan susu. Harus diatur betul-betul," kata Jokowi, Jumat (24/11/2017).

"(uangnya) jangan untuk beli rokok atau pulsa. Tolong ibu-ibu, ingatkan suaminya, uang yang kami berikan sebesar Rp 1.890.000 setahun untuk keperluan pendidikan anak. Biar anak-anak Indonesia pintar dan bangsa kita bisa bersaing dengan negara lain, menjadi negara yang maju dan sejahtera,” katanya lagi.

Selesai memberi arahan, Jokowi membagi-bagikan sepeda dengan memberi pertanyaan kepada para siswa dan ibu rumah tangga yang menghadiri acara tersebut.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyampaikan, 1.268 siswa penerima KIP yang terdiri dari siswa SD sampai SMA sederajat.

Di Kabupaten Langkat, saat ini penerima Kartu Indonesia Sehat (KIS) mencapai 76.846 siswa. Dia menjelaskan, Pemkab Langkat telah mengalokasikan anggaran mencapai 18,6 persen untuk pendidikan, mendekati 20 persen seperti anjuran pemerintah pusat.
"Saya ucapkan terima kasih kepada bupati Langkat atas perhatiannya terhadap dunia pendidikan. Mudah-mudahan ke depan akan melebihi 20 persen,” kata Muhadjir.
Hadir dalam kunjungan kerja Presiden ini, Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri PU PR Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi, dan Bupati Langkat Ngogesa Sitepu.
Next article Next Post
Previous article Previous Post