Senin, 27 November 2017

Hmm Lulung Bilang 'Ada Apa dengan Tanah Abang?', Ini Respons Ombudsman

Bruniq.com Jakarta - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana (Lulung) mempertanyakan kepentingan Ombudsman secara masif bicara dugaan persoalan PKL dan dugaan adanya preman di Tanah Abang.




Ombudsman menegaskan Tanah Abang hanya 1 dari sejumlah lokasi yang ditelusuri adanya dugaan penyimpangan terkait penertiban PKL.


"Kami bilang kami punya tujuh titik. Nah teman-teman media kan yang selalu ngomong tentang Tanah Abang, kami punya lokasi tujuh titik dan dan lokasi tujuh itu fenomenanya sama. Bahwa terjadi Satpol PP ngutip dan yang kedua ada preman. Sama," ujar anggota Ombudsman Adrianus Eliasta Meliala di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (27/11/2017).




Adrianus juga menegaskan Ombudsman tidak memiliki kewenangan menindak penyimpangan yang ditemukan dari hasil investigasi. Tugas Ombudsman memberikan rekomendasi kepada pihak terkait, yakni Pemprov DKI, untuk melakukan pembenahan.



"Kita kan bukan penegak hukum. Kami adalah lembaga reminder, kami mengingatkan agar yang punya kewenangan menegakkan," imbuhnya.


Ombudsman juga meminta Pemprov DKI menindaklanjuti temuan, bukan justru bicara soal bantahan.

"Kami kan melihat pada fenomena, yang mau kami kejar adalah fenomena. Big picture-nya penggambaran besar yakni bahwa Satpol PP tidak bekerja dalam rangka penegakan Perda PKL sehingga Jakarta dipenuhi PKL," ujarnya.

"Jadi jangan repot-repot di soal oknum karena kami berpendapat bahwa kalau 7 tempat saja kita cepat dapat (penyimpangan), gimana di tempat lainnya? Jadi jangan berangkat dari kasus," sambung Adrianus.


Lulung sebelumnya menyampaikan apresiasi pengawasan yang dilakukan Ombudsman RI terhadap Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Namun ia mempertanyakan kepentingan Ombudsman yang dinilainya secara masif membuka persoalan Tanah Abang ke publik.


"Kenapa Tanah Abang? Ada apa dengan Tanah Abang? Why, Ombudsman?" kata Lulung di Balai Kota.

Lulung menyebut persoalan Tanah Abang yang terus-menerus dipublikasi sangat merugikan warga Tanah Abang. Ia menilai Ombudsman seolah-olah menggiring opini masyarakat untuk memberikan penilaian kepada Tanah Abang.


Ada dua video yang diputar Ombudsman. Video ini hasil investigasi tim Ombudsman pada 9-10 Agustus di sejumlah tempat, yakni Stasiun Manggarai, Stasiun Jatinegara, Pasar Tanah Abang, Stasiun Tebet, dan kawasan sekitar Mal Ambasador.

Dalam video yang diputar, tim Ombudsman memperlihatkan suasana PKL yang berjejal memenuhi badan jalan di kawasan Imperium, Jaksel; kawasan Jatinegara, Jaktim; dan Mal Ambasador, Jaksel.
Next article Next Post
Previous article Previous Post