Selasa, 28 November 2017

GEMPAR!! Twitter @setkabgoid Salah Kutip Pernyataan Presiden Jokowi, Rocky Gerung Sebut Pernyataan Dungu

Bruniq.com - Kicauan di akun Twitter resmi Sekretariat Kabinet, @setkabgoid, ramai mendapatkan respons dari warganet.
Kicauan yang diunggah pada Senin (27/11/2011) tersebut bertuliskan, "Kita sudah minta kepada jajaran NU agar tegas pada aliran radikal & intoleran, apapun organisasinya - Presiden @ jokowi".
Dalam tweet tersebut, turut diunggah foto Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj dan Rais Aam PBNU Ma'ruf Amin.
Kicauan itu mendapatkan respons dari warganet.

Hingga Selasa (28/11/2017) pagi, 477 warganet memberikan komentar, 417 me-retweet, dan 613 menyukai.
Salah satu komentar datang dari Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera yang juga Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Hidayat Nur Wahid.

Presiden RI Joko Widodo membuka Munas dan Konferensi Besar Alim Ulama Nahdlatul Ulama di Islamic Center Mataram, Kamis (23/11/2017).
Presiden RI Joko Widodo membuka Munas dan Konferensi Besar Alim Ulama Nahdlatul Ulama di Islamic Center Mataram, Kamis (23/11/2017). 

"Semoga bukan begini pernyataan Presiden @Jokowi, semestinya Beliau justru ingatkan semua pihak untuk taat hukum karenanya bila ada yang menyimpang seperti aliran radikal, intoleran, separatis, mafia narkoba dll, laporkan segera ke penegak hukum, Polisi. Jangan pada main hakim sendiri," tulis Hidayat.
Pengamat politik Rocky Gerung juga mempertanyakan kebenaran pernyataan Jokowi pada kicauan itu. 
"Semoga pernyataan dungu ini adalah hoax," katanya.
Setelah banjir komentar, akun @Setkabgoid akhirnya menghapus kicauan tersebut.
Salah kutip



Jika dibandingkan dengan pernyataan Jokowi saat membuka Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama di Mataram, Lombok, Kamis (23/11/2017), memang ada kesalahan pengutipan yang dilakukan akun @setkabgoid.
Jokowi sebenarnya bicara bahwa ia memerintahkan jajarannya di pemerintahan menindak tegas kelompok radikal.
Namun, oleh akun @setkabgoid justru ditulis bahwa Jokowi memerintahkan jajaran NU.



Jokowi saat itu tengah berbicara mengenai Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan.
Perppu itu memungkinkan pemerintah membubarkan ormas tanpa harus melalui pengadilan. 
Jokowi juga memastikan pemerintah akan menindak tegas ormas yang radikal dan intoleran.
“Saya sudah minta kepada seluruh jajaran di pemerintahan agar tegas dan tidak memberikan toleransi terhadap aliran-aliran radikal dan yang intoleran yang ada di negara kita, apa pun organisasinya,” kata Jokowi saat itu.
Next article Next Post
Previous article Previous Post