Sabtu, 25 November 2017

GEMPAR!! Siapa SN dalam Kasus Penyerangan Novel Baswedan, Apakah Setya Novanto? Ini Jawabannya


Bruniq.com JAKARTA - Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, memastikan saksi SN yang memberikan informasi kepada penyidik Polri bukanlah Setya Novanto, tersangka korupsi proyek pengadaan e-KTP.

"Bukan (Setya Novanto). Dari informasi yang saya terima itu orang yang berbeda," tegas Febri di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (24/11/2017).
Kemarin,Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis bersama beberapa penyidiknya, Jumat (24/11), menemui pimpinan KPK untuk menyampaikan hasil penyelidikan terkait penyerangan terhadap Novel Baswedan pada 11 April 2017 lalu.
Hasil penyelidikan menyebut ada perkembangan penting dalam pengungkapan kasus.

Setelah pertemuan, Kapolda Metro Jaya dan pimpina KPK merilis sketsa penyerang Novel Baswedan, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang kini tengah dirawat di Singapura.

Kali ini Polda Metro Jaya merilis sketsa dua pria sekaligus.

Selain itu, Polda Metro Jaya juga mengirimkan surat resmi kepada Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Maksud dari surat itu yakni meminta penyidik KPK bergabung dalam penyelidikan kasus penyiraman air keras kepada Novel Baswedan.
"Kami sampaikan surat resmi kepada pimpinan KPK, meminta agar teman-teman penyidik dari KPK bisa bekerja sama dengan penyidik kami," terang Kapolda Metro Jaya.

Idham Aziz menjelaskan bantuan dari penyidik KPK nantinya bisa dalam hal memberikan masukan dan ikut bekerja sama. Sudah disiapkan tempat di Direktorat Tindak Pidana Umum Polda Metro Jaya.
"Maksudnya supaya kegiatan yang kami lakukan dalam penyelidikan dan penyidikan ini, temen-temen KPK bisa lihat langsung," kata Irjen Idham Aziz.
Febri Diansyah mengaku pimpinan KPK telah menerima surat tersebut dan akan mempelajarinya. "Surat dari Polda tadi sudah diterima, akan kami pelajari," kata Febri.
Novel Baswedan disiram air keras oleh dua orang pengendara motor seusai salat subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya, kawasan Jl Deposito, Kelapa Gading, Jakarta. Mata Novel mengalami kerusakan sehingga ia harus menjalani perawatan di Singapura sejak 12 April 2017.
Next article Next Post
Previous article Previous Post