Senin, 27 November 2017

GEMPAR!! Ketua Presidium Alumni 212 sebut kasus Viktor lebih bahaya dari Ahok? Ini Selengkapnya....

Bruniq.com - Massa yang menamakan dirinya aksi 2411 menggelar demonstrasi di depan Kantor Bareskrim Polri Kementerian Kelautan, Jakarta Pusat. Massa yang berjumlah ratusan orang tersebut melakukan longmarch dari kantor DPP NasDem, Gondangdia, Jakpus menuju Kantor Bareskrim Polri, Gedung KKP, Gambir, Jakpus.


Mereka menuntut kepolisian memproses hukum politisi NasDem Victor Laiskodat karena telah melakukan ujaran kebencian. Ketua Presidium Alumni 212, Ustaz Slamet Maarif pun meminta partai NasDem memecat Viktor.


"Kita mendesak kepada DPP NasDem segera memberhentikan Viktor Laiskodat dari anggota dan pengurus NasDem karena sangat berbahaya bagi keutuhan bangsa dan negara," kata Ustaz Slamet usai berorasi di Bareskrim Polri Kementerian KKP, Jakarta Pusat, Jumat (24/11).



Dia juga meminta Bareskrim segera menetapkan Viktor sebagai tersangka. Sebab bukti dan fakta hukumnya sangat gamblang terkait kasus tersebut.



"Bahkan saya ingatkan kepada pihak kepolisian tadi bahwa ini lebih bahaya dari pada Ahok. Jangan sampai umat Islam Indonesia menjadikan Ahok kedua di Indonesia kalau polisi terkesan melindungi mengabaikan kasusnya Viktor," ujarnya.



Perwakilan massa diterima oleh pihak Bareskrim. Dia mengatakan kepolisian belum mengeluarkan SP3 (Surat Penghentian Penyidikan) terkait kasus Viktor. Hari ini pun saksi ahli bahasa juga dimintai keterangan di Nusa Tenggara Timur dimana tempat Viktor Laiskodat saat itu diduga melakukan ujaran kebencian dalam pidato politiknya.


"Mereka tidak menjanjikan apapun, mereka berterima kasih atas kedatangan kita, kemudian mereka menjelaskan proses yang sedang berlangsung di kepolisian, tidak ada janji apa-apa kita mengingatkan," terang Ustaz Slamet.



"Dan Alhamdulillah jawabannya (pihak Bareskrim) diproses SP3 belum ada, bagaimana diSP3 kan kalau prosesnya masih berlangsung dan sudah ada 22 saksi diminta keterangan dan hari ini penyidik ke NTT minta keterangan ahli bahasa. Kita minta (Viktor) ditetapkan tersangka dan diproses sampai ke persidangan," sambungnya.


Lebih lanjut Ustaz Slamet memaparkan kasus Viktor lebih parah dari pada kasus Ahok yang pada saat itu melakukan penodaan agama. Pihaknya pun akan mengawal kasus politisi NasDem itu sampai ke persidangan. Mereka juga akan melakukan aksi terkait bila kasus ini berhenti.


"Kita turun lagi. Kita akan kawal sampai ke persidangan, sampai ke tersangka. Ini enggak boleh dibiarkan sudah ancaman pembunuhan segala, jadi sudah lebih dari Ahok. Kalau Ahok hanya penodaan, ini penodaan + ancaman pembunuhan, berbahaya ini ujaran kebencian juga masuk," tegas Ustad Slamet.


Pihaknya juga tak mengindahkan proses di Mahkamah Kehormatan Dewan. Menurutnya anggota DPR Fraksi NasDem itu telah melakukan pelanggaran hukum.

"MKD itu kan urusan legislatif kalau hukum kan urusan kepolisian, MKD itu masalah keanggotaan di DPR, kalau pelanggaran-pelanggaran hukum, pidana, ya MKD enggak boleh. Kepolisian tetap harus jalan," tutupnya. 
Next article Next Post
Previous article Previous Post