Home News Salam Dua Periode!! Politikus Hanura Yakin Elektabilitas Jokowi di Atas 50 Persen...

Salam Dua Periode!! Politikus Hanura Yakin Elektabilitas Jokowi di Atas 50 Persen Akhir Tahun Ini. Setuju?

SHARE

Bruniq.com

JAKARTA – Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menyebutkan, jika Pilpres digelar hari ini maka Joko Widodo unggul jauh dari lawan-lawannya, termasuk Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Jokowi memperoleh total pemilih 38,9 persen, unggul jauh dari Prabowo yang hanya menyisakan 12 persen suara.

Menanggapi hal itu, Hanura sebagai salah satu partai politik yang mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi tahun 2019, yakin elektabilitas petahana meningkat hingga 50 persen hingga akhir tahun.

“Jadi saya memprediksi di akhir tahun ini elektabilitas Pak Jokowi akan kembali melampaui angka 50 persen,” kata Wakil Sekretaris Jenderal Partai Hanura Dadang Rusdiana saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (6/10/2017).

 

Menurutnya, elektabilitas merupakan sesuatu yang dinamis sehingga kadang kala bisa turun, dan juga bisa naik.

Hal itu tergantung dari momentum politik yang sedang terjadi saat survei tersebut dilakukan.

“Biasanya ada disebabkan oleh momentum politik tertentu atau ada masalah yang berhubungan dengan perekonomian, seperti masalah harga bahan pokok, listrik dan lain-lain tetapi itu pergerakannya tidak statis,” kata Dadang.

Lebih lanjut Dadang memprediksi jika pada akhir tahun penyerapan anggaran pemerintah mendekati angka 90 persen, elektabilitas Jokowi bukan tak mungkin bakal meningkat.

“Bisa jadi di akhir tahun ketika pembangunan di tahun anggaran yang berjalan angka serapan mendekati angka 90 persen lebih, maka biasanya elektabilitas presiden akan meningkat kembali, ini sejalan dengan penyerapan tenaga kerja maupun stabilitas ekonomi karena daya beli masyarakat meningkat,” katanya.

Lebih lanjut Dadang juga berharap, supaya pembantu presiden di kabinet untuk menjaga kekompakan.

“Menteri-menteri harus fokus pada target kinerja, jangan banyak memberikan pernyataan-pernyataan yang tidak produktif,” kata Dadang.

loading...
Komentar Lewat Akun Facebook