Home Jokowi Menggemparkan, Lagi!! Eggi Sudjana Dipolisikan Terkait Hate Speech

Menggemparkan, Lagi!! Eggi Sudjana Dipolisikan Terkait Hate Speech

SHARE

Bruniq.com

Denpasar – Pengacara Eggi Sudjana kembali dilaporkan ke polisi atas dugaan hate speech. Kali ini Polda Bali yang menerima laporan dari Forum Peduli NKRI yang menyebut Eggi menistakan agama.

“Terkait dengan video rekaman, statement yang dilontarkan Eggi Sudjana, kami sebagai masyarakat merasa terusik dengan pernyataan dia mengusik keyakinan-keyakinan lain,” kata Koordinator Forum Peduli NKRI Hengky Suryawan di Mapolda Bali, Denpasar, Bali, Jumat (6/10/2017).

Hengky mendatangi SPK Polda Bali bersama rekan-rekannya. Dalam laporan itu, Eggi diancam dijerat dengan UU ITE terkait dugaan penyebaran ujaran kebencian dan penistaan agama.

“Kalau ada pasal lain, misalnya penistaan agama, kami laporkan juga. Sekarang sedang didiskusikan, tadi pagi laporannya penistaan agama. Kita lihat ini ada unsur ujaran kebencian,” ujar Hengky.

Untuk memperkuat laporannya, Hengky melengkapi copy dari video Eggi yang menyatakan agama satu sarat Pancasila dan yang lain bertentangan. Transkrip dalam video itu juga diberikan kepada petugas SPK sebagai barang bukti tambahan.

“Video itu sudah mewakili ujaran kebencian itu. Sekalian kalau memungkinkan kita akan melakukan pelaporan terhadap Saudara Jonru Ginting juga yang kita sama-sama tahu dia kan sudah ditangani, tersangka sekarang,” ucap Hengky.

Nama aktivis digital itu muncul karena Hengky menilai Jonru juga pernah mengunggah pernyataan yang mirip dengan kata-kata Eggi Sudjana. Hengky menyatakan video Eggi dan tulisan Jonru pun mengganggu umat Islam di Indonesia, tidak hanya umat lainnya.

“Kami punya bukti juga dia melakukan sama persis kata-katanya dengan Eggi Sudjana. Dia mengatakan, selain daripada Islam, maka keyakinan atau agama lain tidak sesuai Pancasila. Di situ disampaikan juga bahwa untung saja kami tidak mengganggu Anda. Saya kira ini menjadi masalah kita bersama,” ungkap Hengky.

“Kami selebihnya menyerahkan kepada Polda Bali. Kita akan kawal dan pantau perkembangannya, rekan-rekan polisi menindaklanjuti laporan kami. Ini lebih besar dari kasus Munarman. Ini semua agama dihina dan dianggapnya tidak sah,” pungkasnya.

Loading...
Komentar Lewat Akun Facebook