Home Jokowi LUAR BIASA!! Djarot, di Antara Peresmian Proyek Warisan Jokowi-Ahok

LUAR BIASA!! Djarot, di Antara Peresmian Proyek Warisan Jokowi-Ahok

SHARE

Bruniq.com
– Masa jabatan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat akan berakhir dalam hitungan hari. Rencananya, gubernur dan Wakil gubernur Ibu Kota terpilih, Anies Baswedan-Sandiaga Uno akan dilantik menggantikan Djarot, 16 Oktober 2017.

Djarot dilantik menjadi Gubernur sejak 15 Juni 2017 menggantikan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Djarot hanya memimpin Ibu Kota sekitar empat bulan.

Selama menjabat sebagai orang nomor satu di Jakarta, terutama menjelang menit-menit akhir jabatan, Djarot kerap ‘berkeliling’ meresmikan proyek-proyek yang telah diprogramkan selama dia dan Ahok menjabat.

Terakhir, pada Kamis (5/10) malam Djarot meresmikan Revitalisasi Kali Besar yang berada di kawasan Kota Tua, Jakarta.

Area revitalisasi yang dikerjakan sejak November tahun lalu itu terdiri dari Jembatan Budaya di Jalan Kali Besar, Gedung Kertaniaga yang merupakan kawasan artspace tempat berbagai seni lukis dan foto dipajang, serta kawasan Taman Kota Intan yang merupakan pusat pedagang kaki lima (PKL) Kota Tua.

Revitalisasi Kali Besar dan Lokasi Binaan Taman Kota Intan ini dilakukan sesuai dengan Peraturan Gubernur nomor 36 Tahun 2014 tentang rencana Induk Kawasan Kota Tua.

Djarot pun menyebut setelah ditata dan dipercantik, diharapkan Kota Tua bisa semakin menarik minat pengunjung, khususnya warga Jakarta untuk rekreasi di pusat heritage Jakarta itu.

“Jadi bisa semakin menarik minat warga, kan sudah di tata rapi tidak berantakan. PKL pun sudah ada pusat jualannya di Kota Intan,” kata Djarot.

Dalam peresmiannya, Djarot juga menyinggung peran Gubernur-Gubernur DKI pendahulunya.

Mempercantik Kota Tua

Gagasan awal untuk mempercantik dan menata Kota Tua dikatakan Djarot, diawali oleh ide Presiden Joko Widodo saat masih menjadi Gubernur kala itu, sedangkan realisasi proyek ini sendiri dilaksanakan oleh Ahok tahun lalu.

“Kita harus berterimakasih dan tidak lupa pada Pak Jokowi sebagai penggagas, Pak Ahok sebagai pelaksana. Saya sendiri bertugas untuk menutup,” kata Djarot.

Sebelum meresmikan, proyek revitalisasi Kota Tua, Djarot telah meresmikan sejumlah proyek. Agustus 2017, Djarot meresmikan ‘Air Mancur Menari Monas’ yang terletak di pelataran Tugu Monumen Nasional.

Awal September 2017, Djarot meresmikan model penampungan dan pemotongan kurban di Masjid Baiturrahman Al-Haq di Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Pada 8 September 2017, Djarot kembali meresmikan pusat grosir, Jakgrosir di Kramatjati, Jakarta Timur.

Sehari setelah meresmikan Jakgrosir, Djarot hadir meresmikan pembangunan Club House di Taman Bersih Manusiawi Wibawa (BMW), Jalan R.E. Martadinata, Papango, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Selanjutnya, pada bulan yang sama, Djarot juga meresmikan rumah warga Cilincing hasil program bedah rumah, program yang digagas Ahok. Saat peresmian rumah di Cilincing itu, Djarot sempat menyampaikan salam Ahok pada Warga Cilincing.

Masih di bulan September, Djarot meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) ke-44 di Jakarta Utara

Memasuki Oktober 2017, Djarot secara simbolis juga meresmikan 18 Puskesmas dan 2 RSUD. Proyek yang menelan anggaran Rp257,9 Miliar.

Menguntungkan Sisi Politik

Menurut Pengamat Komunikasi Politik Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing, langkah Djarot untuk mengebut peresmian sejumlah proyek menguntungkan Djarot dari sisi politik.

“Djarot berupaya menunjukkan kepada masyarakat, memfinalisasi tugas-tugasnya, dan ini dapat menaikkan popularitas dan elektabilitasnya, bila ingin maju dalam Pilkada di tahun-tahun mendatang,” kata Emrus kepada CNN Indonesia.com.

Djarot, kata Emrus, ingin menunjukkan kepada warga DKI bahwa pembangunan yang dilakukannya bersama Ahok sudah berhasil.

“Kecuali proyek-proyek tahun jamak (multiyears), setidaknya Djarot telah menunjukkan,” katanya.

Kata Emrus, peresmian-peresmian yang dilakukan Djarot juga dapat mengurangi beban kerja gubernur selanjutnya, Anies Baswedan.

“Anies nantinya bisa fokus dengan janji-janji yang diucapkan saat kampanye,” kata Emrus.

Loading...
Komentar Lewat Akun Facebook