Home Djarot Kisah Ahok!! Ketika Tim 9 Menolak Move On dari Ahok

Kisah Ahok!! Ketika Tim 9 Menolak Move On dari Ahok

SHARE

Bruniq.com
– Tepat lima bulan lalu Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok divonis Pengadilan Negeri Jakarta Utara pidana dua tahun penjara. Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarto ketika itu menyatakan Ahok terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan penodaan agama.

Sejak saat itu Ahok mendekam di penjara, dari mulai Lapas Cipinang, Jakarta Timur, sampai kini di Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Pendukung dan relawan Ahok merasa tak rela dan sempat menggelar aksi.

Tak selalu beraksi di jalanan, sejumlah pendukung Ahok sering berkumpul untuk berdiskusi sampai akhirnya membentuk Tim 9. Tim itu terdiri dari sejumlah orang, di antaranya I Wayan Sudirtha, Neneng Herbawati, Denny Siregar, Rinto Wardana, Indah Pujiati, dan Muannas Al Aidid. Mereka selalu berkumpul pada tanggal 9 di setiap bulan untuk mengingat Ahok.

“Kami gagal move on dan memilih tidak move on dari Ahok. Tapi kami tidak ingin pemerintahan Anies-Sandi ini gagal,” kata salah seorang Anggota Tim 9, Ade Armando dalam diskusi ‘Ahok, The Untold Story’ di bilangan Jakarta Selatan, Senin (9/10).

Ade menilai hukuman penjara untuk Ahok merupakan bagian hidayah dan anugerah. Apalagi dia menduga Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab, khilafah, dan Jonru Ginting mungkin ingin berkuasa di negeri ini.

Barang kali, kata Ade, Ahok berkorban dan rela dipenjara untuk masyarakat. Tujuannya agar yang berkuasa di Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

“Kita tidak boleh sia-siakan pengorbanan Ahok. Harus kita jaga,” kata Ade.

Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Tim 9 Rinto Wardana menyampaikan hal serupa. Ia mengatakan pertemuan tim ini pertama kali diadakan pada 9 Juni lalu. Dalam setiap pertemuannya, mereka ingin mereflesikan Ahok dalam ruang-ruang diskusi maupun kegiatan mereka yang lain.

“Kami mau merefleksikan pak Ahok dalam kegiatan kami. Supaya semangat dan teladan dapat kami teruskan,” kata Rinto.

Rinto tak ingin masyarakat terpecah belah lantaran berbeda agama atau pandangan politik. Dalam setiap diskusi, Tim 9 selalu membahas tentang persatuan bangsa.

Pun dengan diskusi kali ini, Tim 9 menghadirkan sejumlah orang yang memiliki kedekatan dengan Ahok. Mereka bercerita pengalaman tentang Ahok yang tidak diketahui publik.

Dalam diskusi Wayan menambahkan, Ahok memiliki sifat pemimpin yang sangat baik. Menurutnya hal itu terlihat dari Ahok yang semakin tenar ketika terjerat kasus dan mendapat hukuman.

“Bung Karno dan Nelson Mandela adalah pemimpin yang diasingkan tapi semakin terkenal. Artinya meraka dipercaya untuk memimpin. Ahok salah satunya, sudah mau dihilangkan dia semakin hebat dan kuat,” kata Wayan.

Cerita berikutnya tentang Ahok dilanjutkan oleh Neneng yang merupakan Koordinator Tim Komunikasi Rumah Lembang, markas kampanye Ahok-Djarot Saiful Hidayat saat Pilkada DKI lalu. Dia menjelaskan Ahok merupakan sosok yang tak suka pamer atau ria sehingga meminta beberapa kegiatan kampanye tidak diliput.

Terakhir Ade menambahkan, dirinya berharap pemerintahan yang akan dipimpin Gubernur dan Wakil Gubernur DKI terpilih, Anies Baswedan-Sandiaga Uno dapat bekerja dengan baik memimpin Jakarta. Bahkan kalau bisa lebih baik dari pemerintahan Ahok-Djarot.

“Kalau tidak baik ya tidak apa-apa. Kita sepakat tidak merusak (pemerintahan Anies-Sandi) seperti kalangan bumi datar yang merusak (pemerintahan) Jokowi dan Ahok dulu,” kata Ade.

Loading...
Komentar Lewat Akun Facebook