Home Jokowi Woww!! Gara-gara ‘Aturan Baru’ Inikah Indonesia Kalah? Begini Analisanya!

Woww!! Gara-gara ‘Aturan Baru’ Inikah Indonesia Kalah? Begini Analisanya!

SHARE

Bruniq.com

– Kesedihan harus kembali dirasakan oleh para pemain serta pendukung Timnas Indonesia.

Setelah Timnas U-22 Indonesia gagal ke final Sea Games 2017, kini giliran Timnas U-19 Indonesia yang gagal melenggang ke babak final Piala AFF U-18 2017.

Kegagalan itu dirasakan usai para pemain Garuda Nusantara kalah saat melakoni drama adu penalti dengan skor 2-3 atas Thailand.

 

Padahal, daya gembor Timnas U-19 tak pernah melemah hingga detik-detik akhir pertandingan.

Bahkan, saat Saddil Ramdani mendapatkan kartu merah di babak pertama tak membuat permainan Indonesia menurun.

Mulai dari peluit babak pertama dibunyikan, Indonesia memang bermain begitu baik dengan terus menyerang.

Suasana laga timnas U-19 Indonesia kontra Thailand di ajang semifinal Piala AFF U-18 di Thuwunna Stadium, Yangon, Myanmar, pada Jumat (15/9/2017).
Suasana laga timnas U-19 Indonesia kontra Thailand di ajang semifinal Piala AFF U-18 di Thuwunna Stadium, Yangon, Myanmar, pada Jumat (15/9/2017).

Tembakan demi tembakan terus dilepaskan anak asuh Indra Sjafri ke gawang Thailand.

Egy Maulana Vikri juga beberapa kali membuat lini belakang Thailand kelabakan.

Namun, setiap berada di depan mistar gawang Thailand bola selalu gagal menggetarkan gawang.

Tak ada satupun gol yang tercipta hingga waktu normal 90 menit berakhir.

Hasil tersebut mau tak mau harus diakhiri dengan drama adu penalti lantaran tak adanya tambahan waktu.

Pada semifinal Piala AFF U-18 2017 ini, aturan baru memang telah diberlakukan.

Biasanya, di laga semifinal kedudukan tetap imbang hingga waktu normal 90 menit, maka akan dilanjutkan dengan perpanjangan waktu.

 

Namun jika setelah perpanjangan waktu 2 x 15 menit masih saja sama kuat, baru akan dilakukan adu penalti.

Seandainya ada tambahan waktu lebih lama, mungkin Indonesia masih memiliki peluang untuk menciptakan gol.

Apalagi, jika menilik statistik Garuda Nusantara yang dipaparkan oleh Pengamat Sepak Bola serta Jurnalis Warta Kota, Eko Priyono.

Sebelumnya, Eko memang sudah mengungkapkan bahwa Indonesia akan kedodoran kala melawan Thailand.

Hal tersebut dapat dilihat dari pertandingan-pertandingan yang telah dijalani oleh Timnas U-19 Indonesia sebelumnya.

Menurut Eko, Indonesia cenderung memiliki pertahanan yang keropos.

Hal ini terlihat saat bertanding melawan Vietnam, Indonesia dikalahkan Vietnam dengan skor 0-3.

Secara catatan statistik Indonesia unggul dengan goal position yakni 69 persen, 9 kali tendangan ke gawang dan 4 kali tepat sasaran tapi kalah efektif dari Vietnam.

Penyerang timnas U-19 Indonesia, Egy Maulana Vikri diapit dua pemain timnas U-19 Vietnam pada laga ketiga Grup B Piala AFF U-18 2017 di Stadion Thuwunna, Yangon, Senin (11/9/2017).
Penyerang timnas U-19 Indonesia, Egy Maulana Vikri diapit dua pemain timnas U-19 Vietnam pada laga ketiga Grup B Piala AFF U-18 2017 di Stadion Thuwunna, Yangon, Senin (11/9/2017). (Myanmar Football Federation)

“Dua dari gol Vietnam berasal dari tendangan sudut, pemain Indonesia gagal mengantisipasi,” ujarnya dalam vlog Warta Kota.

Eko menilai permainan Vietnam mirip dengan Thailand.

Meski Indonesia sempat disebut sebagai tim paling produktif, Eko menilai penyelesaian skuad Indra Sjafri kurang baik.

Indonesia memproduksi 19 gol, tapi catatan statistik justru menunjukkan sebaliknya.

Eko mencontohkan saat pertandingan Indonesia melawan Filipina.

Dari kemenangan 9-0 Indonesia atas Filipina, pemain Indonesia melakukan 26 kali tendangan ke arah gawang, 18 tepat sasaran tapi hanya 9 gol yang tercipta.

Hasil tersebut bahkan disebut lebih parah ketika Indonesia melawan Brunei Darussalam.

Dari 8 gol yang tercipta, Garuda Nusantara telah melancarkan 42 tendangan ke arah gawang dengan 18 yang tepat sasaran.

 

Fakta yang paling ‘mengerikan’ yakni soal lini pertahanan Thailand yang dinilai paling baik karena hanya kebobolan 2 gol sepanjang turnamen.

Menurut Eko, Indonesia juga terlalu mengandalkan Egy Maulana Vikri dan Saddil Ramdani di lini depan.

“Mestinya Indonesia bisa memanfaatkan penyerang tengah mereka Hanis Sagara dan M Rafli Mursalim,” jelasnya.

Perhitungan tersebut kini terbukti benar lantaran Indonesia tak mampu menciptakan satu pun gol.

Ekspresi sedih para pemain timnas U-19 Indonesia seusai gagal memenangi adu penalti kontra timnas U-19 Thailand pada laga semifinal Piala AFF U-18 2017 di Stadion Thuwunna, Yangon, Myanmar, Jumat (15/9/2017).
Ekspresi sedih para pemain timnas U-19 Indonesia seusai gagal memenangi adu penalti kontra timnas U-19 Thailand pada laga semifinal Piala AFF U-18 2017 di Stadion Thuwunna, Yangon, Myanmar, Jumat (15/9/2017). (AseanFootball.com)

Indonesia memang kalah dari Thailand saat melakukan tembakan ke dalam kotak penalti.

Bila pemain Indonesia berhasil melakukannya sebanyak 28 kali, Thailand unggul lima, yakni 33 kali melepaskan bola masuk ke kotak penalti Indonesia.

Bahkan, Garuda Nusantara gagal menyelesaikan laga adu penalti dengan baik.

 

Skor akhir 2-3 harus diterima oleh para pemain Indonesia atas Thailand.

Egy Maulana Vikri dan Muhammad Luthfi sukses mengeksekusi bola ke dalam gawang.

Sementara itu, Muhammad Iqbal, Nur Hidayat dan Rifad Marasabessy gagal sebagai algojo penalti.

Berikut ini statistik pertandingan Timnas U-19 Indonesia Vs Timnas Thailand:

bolasportcom
instagram.com/bolasportcom
loading...
Komentar Lewat Akun Facebook