Home Jokowi Wah!! Indra J Piliang Diciduk, Kicauan ‘Jadulnya’ Soal Narkoba Jadi Sorotan Netizen

Wah!! Indra J Piliang Diciduk, Kicauan ‘Jadulnya’ Soal Narkoba Jadi Sorotan Netizen

SHARE

Bruniq.com

 Politikus muda Partai Golkar, Indra J Piliang, dibekuk polisi usai dinyatakan positif mengonsumsi narkoba jenis sabu.

Penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menangkap Indra dan dua rekannya di salah satu tempat hiburan malam di Taman Sari, Jakarta Barat.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono mengatakan, ketiganya sudah menjalani tes urine.

 

“Tes urine awal positif. Diduga jenis sabu,” ujar Argo saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (14/9/2017).

Polisi mendapatkan informasi dari masyarakat, sebelum melakukan penangkapan.

Saat ini, ketiga pelaku telah diamankan di Polda Metro Jaya.

“Malam ditangkapnya. Sekarang ada di PMJ,” ujar Argo.

 

Indra J Piliang merupakan salah seorang politikus yang aktif di media sosial.

Namun, siapa nyana, sejumlah netizen memergoki kicauan ‘jadul’ Indra J Piliang beberapa tahun silam yang menyebut pemakaian narkoba.

Jejak digital itu terlacak netizen.

 

Ya, dalam kicauannya tersebut, Indra J Piliang membagikan pranala berita ataupun mengomentari tokoh figur publik yang terjerat narkoba.

Sebut saja, kicauan Indra J Piliang pada 8 Oktober 2013 yang membagikan pranala berita tertangkapnya calon legislatif DPR gara-gara mengisap sabu di rumah.

“Hadeuh. Mari jaga diri, kawans RT @kompascom: Caleg DPR RI Tertangkap Mengisap Sabu di Rumahnya,” kicau Indra J Piliang kala itu.

Ada pula kicauan Indra J Piliang mengomentari aktor Roger Danuarta yang pernah tersangkut kasus narkoba.

Yang bikin menohok, Indra J Piliang menyebut dunia artis tak lepas dari narkoba dan menyuruh Roger Danuarta pindah negara.

“Pindah negara aja, Bro. Dunia artis, ya, narkoba >> Rencana Roger Danuarta Go International pun Pupus karena Narkoba,” kicau Indra J Piliang saat itu.

(Twitter)

Terdapat juga, rentetan cuitan Indra J Piliang yang mengomentari banyak orang yang mati gara-gara narkoba melalui kicauan di bawah ini:

(Twitter)

Kicauan aneh

Dalam rentetan kicauan terakhirnya sebelum dibekuk, Indra J Piliang menyoroti keanehan dalam demokrasi.

Ngobrol dan bertengkar secara pribadi di aplikasi pesan singkat, tapi ujung-ujungnya diselesaikan di kantor polisi.

Berikut rentetan kicauan Indra J Piliang sehari sebelum diciduk:

“Keanehan2 dlm demokrasi terus terjadi. Anda bercakap & bercakaran scr pribadi di WA, ujung2nya bukan belati, tp ktr polisi. Anda sehat?”

“Sjk kpn bicara pribadi berujung kpd ktr polisi? Apakah anda memang menyiapkan belati pd ujung jari, dg nama kuku? Itu namanya cubit2an.”

“Tonasi, intonasi, amplifikasi, implikasi, simplikasi dan ujung2nya adalah nasi uduk di ujung gang; adlh bagian dari komunikasi dewasa ini.”

“Bagi aktivis2 kelompok studi yg pernah diskusi selama berhari-hari, berdebat panjang lebar dg seduhan kopi; debat apapun adlh mustahak.”

“Kedangkalan nalar bisa langsung terlihat, ketika dlm setiap debat, atau ketika debat terhenti; anda emosi hanya krn lupa menyelipkan puisi.”

“Aktivis2 klpk studi boleh saja tampil kekurangan gizi, tp tak bakalan gemeretuk giginya, ketika mendengar perbedaan2 pandang di meja diskusi.”

“Pabrifikasi dari aksara dlm bentuk meme2an dewasa ini bagai palu dogam yg menghantam dada demokrasi, krn dianggap sbg biang onar & gaduh.”

“Bagi generasi yg pernah terlibat — mungkin jg selibat — sbg milisi2 (org2 mailing list) dlm era yahoogroups; segala emosi telah mati.”

“Jempol anda gatal, lalu anda menggaruk-garuk bidji di gadset masing2; bisa sj berujung di kantor polisi, spy terlihat lawyer bekerja, bukan?”

“Kalau tuan2 & puan2 tak mengerti apa yg tersaji di timeline sy siang ini; segeralah mandi; krn udara memang lg terhalang o/ terik mentari.”

Bahkan dalam kicauannya, Indra J Piliang sempat me-mention akun Twitter milik penulis Zara Zettira, @zarazettirazr.

“Sy sih inginnya siang ini menari bersama @zarazettirazr, tp apa daya, Uni Zara sdh terbang lagi ke belahan selatan negeri, bertapa dg jari.”

Dikutip dari laman Wikipedia, Indra J Piliang lahir di Pariaman, Sumatera Barat, 19 April 1972, ia juga merupakan seorang politisi dari Partai Golkar.

Indra juga terlibat dalam pelbagai organisasi masyarakat sipil, seperti Koalisi Konstitusi Baru, Koalisi Media, sampai Pokja Papua.

Ia pernah bekerja di Centre for Strategic and International Studies (CSIS) sejak 1 Desember 2000 sampai 31 Desember 2008.

Setelah itu, Indra terjun total ke dunia politik, tanpa meninggalkan kegemarannya untuk meneliti dan menulis. Indra juga merupakan salah satu pendiri dan sekaligus Sekjen pertama Ikatan Himpunan Mahasiswa Sejarah Se-Indonesia (IKAHIMSI) pada tahun 1995.

 

Sehari-hari beraktivitas sebagai Dewan Penasehat The Indonesian Institute.

Selain itu, Indra adalah Ketua Departemen Kajian Kebijakan Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, sekaligus Ketua Dewan Pelaksana Badan Penelitian dan Pengembangan DPP Partai Golkar.

Dalam struktur Dewan Pimpinan Pusat Organisasi Kemasyarakatan MKGR, Indra dipercaya sebagai Deputi Sekjen.

 

Dalam kepengurusan Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Indra menjabat sebagai Wakil Sekjen.

Selain itu, Indra menjadi Komisaris Utama PT Gerilya Tuah Malaka yang bergerak di bidang konsultan komunikasi, penelitian dan politik.

loading...
Komentar Lewat Akun Facebook